Selasa, 28 November 2023

Buku Harian Orang Sinting - Hari 3

Aku tak bisa tidur ketika malam tiba. Butuh pertimbangan matang untuk memahami semua ini.

Mereka, yang diperlakukan semena-mena oleh hakim, ditampar bolak-balik wajahnya oleh para bangsawan,, direngut istrinya oleh tukang sita, dipaksa bunuh diri orang tuanya oleh para kreditur, tak pernah terlihat semengerikan dan seberingas seperti yang terjadi kemarin.

Hal paling luar biasa kemarin adalah wanita di pinggir jalan yang memukul anaknya sambil berkata, "Bocah setan! Aku makan kamu sampai kenyang biar lega perasaabku!" Anehnya, dia malah menatap ke arahku ketika mengatakan itu. Aku mulai tidak bisa menahan ketakutanku; lalu orang-orang bermuka hijau dan bergigi panjang itu mulai tertawa seolah mengejek. Pak Chen segera menyeretku kembali ke rumah.

Dia menyeretku ke rumah. Semua penghuni rumah ini berperilaku seolah tak mengenalku; cara mereka menatapku sama seperti orang-orang diluar sana. Ketika aku masuk ke ruang kerja, mereka mengunci pintu dari luar seperti sedang mengandangi ayam atau bebek. Kejadian ini membuatku semakin bingung.

Beberapa hari yang lalu penghuni rumah yang berasal dari Desa Anak Serigala datang melapor karena gagal panen, dan memberitahu kakakku katanya preman di desa mereka dipukuli sampai mati; kemudian orang-orang memungut jantung dan hatinya, digorenglah dengan minyak panas dan dimakan mereka, mereka lakukan itu ibarat kata untuk meningkatkan tingkat keberanian mereka. Ketika aku memotong pembicaraan itu, si penghuni dan kakaku keduanya berpaling menatapku. Baru aku sadar mereka punya tatapan yang sama seperti orang-orang diluar tadi. 

Minggu, 26 November 2023

Buku Harian Orang Sinting - Hari 2

Malam ini sang rembulan samasekali tidak menampakan diri, aku sadar dan tahu tubuh ini penyakitan. Pagi ini waktu aku menyelinap keluar diam-diam, tatapan mata Tuan Chao aneh sekali, seperti dia takut melihatku, seperti dia mau membunuhku. Aku sampai lihat ada tujuh atau delapan orang yang sama, berkerumun sambil berbisik-bisik. Dan mereka takut aku mengetahuinya. Semua orang yang aku lewati tampak seperti itu. Yang paling bikin merinding itu ketika mereka sampai menyeringai ke arahku; yang langsung membuatku merinding dari kepala ke kaki, dan itu artinya persiapan mereka sudah lengkap.

Aku tak takut, maka dari itu, aku terus melanjutkan langkah kakiku. Segerombolan anak-anak di hadapanku ikut membicarakanku, dan tatapan mereka sama persis seperti Tuan Chao bahkan wajah mereka terlihat sampai sangat pucat. Aku jadi kepikiran mereka ini punya dendam apa sampai kelakuannya seperti itu. Mau tidak mau aku jadi panik dan beteriak: “Apa salahku!” Tapi mereka langsung melarikan diri.

Aku bertanya-tanya apa dendam Tuan Chao kepadaku, apa dendam orang-orang di jalan ini kepadaku. Lalu aku kepikiran dua puluh tahun yang lalu aku menginjak lembar catatan keuangan milik Tuan Ku Chiu, dan dia sangat sakit hati. Meskipun tuan Chao tidak mengenalnya, entah bagaimana dia pasti mendengar masalah ini dan memutuskan untuk balas dendam, jadi dia bersekongkol dengan orang-orang di jalanan tadi untuk menyingkirkanku, tapi lantas apa urusan anak-anak tadi? mereka bahkan belum lahir waktu itu, jadi kenapa mereka ikut memelototiku dengan aneh hari ini, seperti mereka ketakutan, seperti mereka ingin membunuhku? Hal ini benar-benar membuatku merinding, semua ini terasa sangat membingungkan sekaligus menjengkelkan.

Sekarang aku paham. Mereka pasti tau semua ini dari orang tua mereka!


Rabu, 15 November 2023

Buku Harian Orang Sinting - Hari 1

Malam ini cahaya bulan tampak sangat terang benderang. 

Sudah tiga puluh tahun lamanya aku tidak melihat bulan seperti ini, makanya hari ini aku merasa sangat bahagia ketika menyaksikannya. Aku sadar selama tiga puluh tahun terakhir, aku hidup tanpa secercah cahaya; tetapi kini aku harus sangat berhati-hati. Lagi pula mengapa anjing di rumah pak Chao memelototiku dua kali?

Aku ketakutan karena punya alasan.