
ORIDISTRO
Your Criminal Partners
Friday March 27th, 2026
WUSS, band indie-rock asal Malang yang beranggotakan Sabiella Maris (vokal/gitar), Brilyan Pratama (vokal/gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum), kembali menggebrak skena musik tanah air dengan rilisan terbaru mereka. Kali ini, mereka menghadirkan single berjudul "Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March" yang turut menggandeng Yogha Prasiddhamukti, vokalis asal Yogyakarta yang akrab disapa Siddha, sebagai guest vocal untuk memperkaya warna emosional lagu. Single ini dan satu single lagi setelahnya menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju album penuh perdana WUSS yang direncanakan rilis pada kuartal kedua tahun 2026.
Tiga tahun terakhir menjadi fondasi utama single ini, sebuah perjalanan panjang yang membentuk diri lewat berkat, kebingungan, kehilangan, dan pertumbuhan yang tak mudah dijelaskan. Ada cahaya seperti silver skies, tapi juga keraguan diam-diam, kelelahan yang tak kasatmata, serta kehilangan yang datang tanpa peringatan. Badai datang tiba-tiba, hubungan berubah, jembatan terbakar hingga tak bisa kembali ke tempat yang sama. Beberapa pelajaran terasa adil, sebagian tidak, namun semuanya meninggalkan jejak yang mematangkan.
“Kalau dibilang momen paling berat dan paling indah, jujur selama tiga tahun itu semuanya campur jadi satu mixed feeling banget. Ada banyak hal yang terjadi, tapi mungkin nggak bisa aku ceritakan secara gamblang. Yang jelas, di satu fase aku sempat merasa dihadapkan dengan masalah yang belum pernah aku alami sebelumnya, dan itu cukup berat. Tapi di saat yang sama, justru di situ aku juga ngerasain “keindahan” yang berbeda aku masih dikasih kekuatan untuk jalani semuanya, dan masih dikelilingi hal-hal baik. Ada teman, pekerjaan, kesehatan, hal-hal yang mungkin kelihatannya kecil, tapi ternyata sangat berarti. Dari situ aku jadi sadar, justru hal-hal sederhana itu yang paling mahal dan nggak tergantikan. Itu yang akhirnya kebawa juga ke dalam lagu ini,” ujar Brilyan
“Kalau based on true story, ada pengalaman nyata pastinya. Kebetulan beberapa personil juga pernah merasakan hal yg sama,” tambah Brilyan
Lagu ini lahir dari upaya memahami perjalanan tersebut, sebuah refleksi bahwa rasa sakit dan kebahagiaan bisa berjalan berdampingan, dan pertumbuhan kerap datang melalui kehilangan. Tak semua pertanyaan menemukan jawaban, dan di sanalah kedewasaan mulai tumbuh. Part "March" dalam lagu ini bukan soal kemenangan besar, melainkan simbol langkah pelan namun konsisten: keputusan untuk tetap melangkah meski arah belum jelas, berdiri meski takut, dan terus bergerak meski hati belum pulih sepenuhnya.
“Menurutku, menerima itu adalah menjadi apa adanya, pasrah. Dan itu energi yang coba kusampaikan ketika aku dikasih kesempatan nyanyiin lagu ini. Nggak dipikir kebanyakan, it is what it is kind of stuff, meskipun ada sedikit pressure buat ngasih melodi vokal yang pas di beberapa part—Wuss adalah salah satu band favoritku di Indonesia sekarang, jadi aku nggak mau ngecewain mereka yang udah ngasih kesempatan aku buat ikut terlibat—tapi tanpa mengurangi emosi dan rasa lagunya. Aku selalu suka lagu upbeat yang powerful tapi dengan lirik melankolis, dan aku mencoba men-deliver rasa in-between itu dengan vokalku di sini,” tutur Siddha
Pada akhirnya, lagu ini tidak menawarkan solusi. Ia menawarkan penerimaan. Bahwa hidup tidak selalu harus dimengerti untuk bisa dijalani. Bahwa tiga tahun yang dipenuhi badai dan cahaya itu bukan untuk disesali, melainkan untuk diakui sebagai bagian dari diri.
Lagu ini ditulis sepenuhnya oleh Sabiella Maris, baik dari segi Lagu maupun lirik. Dalam single kedua ini, mereka juga menghadirkan vokal tamu Yogha Prasiddhamukti (Siddha) vokalis dari band Skandal (Yogyakarta) yang memberikan warna vokal yang kuat dan emosional pada lagu ini. Proses produksi single ini berlangsung cukup cepat, terutama pada tahap mixing dan mastering. Namun, komunikasi dengan Sida membutuhkan waktu lebih lama karena ia mengambil bagian rekaman di Niskala Studio, Yogyakarta. Hal ini menuntut ekstra usaha dalam koordinasi untuk memastikan proses pengiriman dan pengerjaan lagu berjalan lancar selama masa rekaman.
"Proses mixing mastering sih lumayan cepat, cuma komunikasi sama Sida agak lama soalnya dia take di Niskala Studio Jogja, jadi perlu effort ekstra buat koordinasi ngirim lagunya pas rekaman,” jelas Sabiella
Single “Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March” ini menjadi rilisan penting di 2026 sebelum satu single lagi hingga akhirnya WUSS melepas album penuh mereka yang dijadwalkan rilis pada Q2 2026. Single ini kini telah tersedia untuk didengarkan di seluruh platform digital (DSP) dan dapat diakses melalui Bandcamp Haum Entertainment. Dengarkan langsung, rasakan perjalanan emosionalnya, dan biarkan lagu ini menemani langkahmu—karena sebelum album penuh tiba, "March" adalah pengingat bahwa proses tetap berjalan, meski perlahan.
oridistro.com
www.shazam.com/song/1886184043/three-years-of-wonder-and-pain-in-a-boundless-march-feat-yogha-pra…
#WUSS
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
www.shazam.com
Listen to Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March (feat. Yogha Prasiddhamukti) by WUSS. See lyrics and music videos, find WUSS tour dates, buy concert tickets, and more!Friday March 27th, 2026
“i’m a strong believer” menandai rilisan perdana SILAUGANG sebagai kolektif musik yang menaungi Chūsha, HildanLogic, YEZTER, Ardy Minaj, dan archo. Dengan latar belakang para anggota yang tersebar di berbagai kota dan sub-skena, SILAUGANG berfungsi sebagai ruang temu berbagai warna rap dan pop alternatif generasi baru.
HildanLogic, rapper dan penulis lagu asal Garut yang dikenal lewat karya emosional dan album “BINTANGPOP”, membawa sensibilitas naratif dan emo-rap yang kuat ke dalam kolektif ini. Ardy Minaj, yang sebelumnya mencuri perhatian lewat single “Bima Sakti” dan sejumlah rilisan di kanal digitalnya, menambah dimensi trap dan new school hip-hop yang lebih tegas dan teatrikal.
“i’m a strong believer” bermain dengan hook bilingual yang sederhana namun lekat, berangkat dari pengalaman tidak dipercaya dan memilih berjalan sendiri sampai hasilnya terlihat. Di verse pertama, HildanLogic menggambarkan ritme hidup dari kota kecil dengan mimpi besar—lebih banyak bekerja daripada berbicara, menempatkan dirinya sebagai sosok yang membiarkan musik dan konsistensi menjadi pernyataan utama.
Ardy Minaj masuk dengan perspektif yang lebih frontal terhadap orang-orang yang dulu meremehkan dan kini ikut mendekat, menggarisbawahi tema loyalitas dan siapa saja yang benar-benar ada sejak awal. Di bagian akhir lagu, frase “sekarang mama kita proud” menjadi penanda pergeseran: dari sekadar menginginkan pengakuan, menuju titik di mana keluarga dan lingkungan terdekat akhirnya menyaksikan hasilnya.
SILAUGANG: Kolektif di Balik Rilisan
“i’m a strong believer” menjadi salah satu pintu masuk awal ke dunia SILAUGANG, kolektif yang menaungi Chūsha, HildanLogic, YEZTER, Ardy Minaj, dan Archo. Para anggotanya datang dari lintas kota dan latar belakang, sebelumnya telah membangun katalog masing-masing lewat rilisan digital, kolaborasi lintas negara, hingga kehadiran di skena hip-hop dan internet-rap lokal.
Kolektif ini berfungsi sebagai payung kreatif sekaligus infrastruktur dasar bagi para artis untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan merilis musik dengan lebih terarah tanpa menghilangkan karakter personal tiap anggota. “i’m a strong believer” diposisikan sebagai permulaan fase baru SILAUGANG, sebelum perilisan album kolektif yang dijadwalkan pada Juni 2026.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=YPZ-dWTE-fY
#SILAUGANG
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday March 27th, 2026
Band alternative rock bersertifikat 5x Platinum, The Red Jumpsuit Apparatus, kembali merilis versi deluxe dari album terbaru mereka, “X’s For Eyes”, melalui Better Noise Music. Versi spesial ini menghadirkan empat lagu tambahan yang memperluas pengalaman mendengarkan dari album yang pertama kali dirilis pada 2025 tersebut. Empat lagu tambahan tersebut adalah ‘Angels Cry’, ‘Perfection’ (feat. Derek Sanders dari Mayday Parade), ‘Not Today’ ( Remake Twenty One Pilots ), serta versi baru dari ‘Slipping Through (No Kings)’ dalam Screams Version. Bersamaan dengan perilisan ini, band juga membagikan lyric video untuk lagu ‘Not Today’.
Menurut vokalis Ronnie Winter, versi deluxe ini jadi salah satu rilisan paling menarik sepanjang perjalanan karier band. Ia menyebut kehadiran vokalis tamu serta beberapa versi alternatif lagu yang memberikan warna baru bagi album tersebut. Album “X’s For Eyes” sendiri menampilkan eksplorasi musikal The Red Jumpsuit Apparatus yang semakin luas. Melalui 11 lagu dalam versi aslinya, band ini memadukan karakter pop alternatif yang energik dengan riff gitar yang kuat, sentuhan elektronik, serta vokal emosional khas Ronnie Winter. Album ini juga menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah musisi, termasuk Kellin Quinn dari Sleeping With Sirens dalam lagu ‘Always The King’ dan Craig Mabbitt dari Escape The Fate dalam lagu ‘Worth It’.
Dibentuk pada tahun 2004 di Jacksonville, Florida, The Red Jumpsuit Apparatus dikenal lewat sejumlah rilisan sukses seperti single ‘Face Down’ yang meraih sertifikasi 5x Platinum serta ‘Your Guardian Angel’ yang meraih sertifikasi 2x Platinum. Album debut mereka “Don’t You Fake It” juga mendapatkan sertifikasi 2x Platinum dan hingga kini band tersebut telah mengumpulkan lebih dari 1,5 miliar streaming secara global. Dengan versi deluxe “X’s For Eyes”, The Red Jumpsuit Apparatus kembali menghadirkan energi emosional yang telah menjadi ciri khas mereka, sekaligus memperkuat hubungan dengan para penggemarnya di seluruh dunia.
oridistro.com
open.spotify.com/album/7syGsIR5gKMXhvznUA6wGN
#TheRedJumpsuitApparatus
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersThe Red Jumpsuit Apparatus · album · 2026 · 15 songs … See MoreSee Less
Friday March 27th, 2026
Menjadi debut single dari "DUA", unit musik yang beranggotakan Naila (20) dan Dhimas (23) dengan latar belakang yang kuat di industri musik. Naila merupakan putri dari Ady, eks vokalis Naff sekaligus pencipta lagu “Akhirnya Ku Menemukanmu”. Sementara itu, Dhimas adalah sosok di balik seluruh proses produksi di Adyctivity Production sejak bergabung pada tahun 2020 hingga sekarang. Debut single “Sick” akan dirilis bersama Adyctivity Production, label milik Ady yang turut menjadi rumah bagi perjalanan awal "DUA".
Lewat single ini, "DUA" menuliskan tentang rasa yang sulit dijelaskan — tentang lelah yang tidak datang dari tubuh, melainkan dari pergulatan yang terus berulang di dalam diri. Tentang berdiri tegak di depan banyak orang, sementara di dalamnya sedang berusaha keras untuk tidak runtuh.
Lagu ini menangkap momen ketika seseorang terus mencoba menjadi lebih baik, terus berlari mengejar waktu, namun tetap merasa tertinggal oleh dirinya sendiri. Ada keinginan untuk berubah, ada penyesalan, ada pertanyaan yang tak henti-henti muncul: “Why am I like this?”
Pertanyaan yang sederhana, tetapi menyimpan gema panjang tentang rasa bersalah, keraguan, dan harapan yang belum menemukan jalannya.
“Sick” bukan tentang kelemahan. Ini tentang kejujuran. Tentang mengakui bahwa tidak semua luka terlihat, tidak semua perjuangan terdengar, dan tidak semua air mata jatuh di tempat yang bisa disaksikan orang lain.
Di balik lirik-liriknya, tersimpan satu pesan yang pelan namun tegas: jika kamu pernah merasa lelah dengan dirimu sendiri, jika kamu pernah merasa terjebak dalam siklus yang sama, kamu tidak berdiri sendirian.
Kadang yang paling berat bukanlah dunia di luar sana, melainkan pertempuran yang terjadi di dalam diri. Dan sebagai debut single, “Sick” menjadi suara pertama "DUA" — untuk mereka yang selama ini memilih diam.
Single debut “Sick” kini tersedia di seluruh platform digital streaming.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=xqQbOgMIDaI
#DUA
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday March 27th, 2026
Dalam rilisan terbarunya, The Waving’s kembali menggunakan musik sebagai ruang konflik. Maxi single “Ley Sin Voz” tidak dibangun untuk menyenangkan, melainkan untuk menghadirkan rasa waspada—tentang sistem, kuasa, dan kegelisahan yang tumbuh diam-diam. Rilisan ini dijadwalkan keluar pada 25 Februari 2026 dan merupakan bagian dari mini album kita yang akan rilis pertengahan Mei 2026.
Judul “Ley Sin Voz” berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “hukum tanpa suara” atau “aturan yang berjalan tanpa didengar.” Frasa ini merujuk pada kondisi ketika keputusan, kekuasaan, dan aturan tetap bergerak meskipun suara orang-orang yang terdampak tidak pernah benar-benar diperhitungkan. Makna ini menjadi fondasi konseptual seluruh rilisan.
Proses produksi Ley Sin Voz berlangsung dari 14 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026. Selama periode ini, The Waving’s menekankan pendekatan DIY dan fokus pada atmosfer gelap serta ketegangan, dengan setiap elemen—gitar, vokal, dan ambience—dibangun untuk menghadirkan rasa ancaman yang terus mengintai.
Maxi single ini terdiri dari dua trek dengan pendekatan yang saling melengkapi yaitu From the East dan Blue Siren. From the East membuka rilisan sebagai trek instrumental dengan nuansa horror surf. Tanpa lirik, lagu ini berfungsi sebagai pengantar atmosfer—gelap, repetitif, dan penuh tekanan. Trek ini menggambarkan fase diam sebelum kekacauan, ketika ancaman belum terlihat jelas tetapi sudah terasa.
Sementara itu, Blue Siren menjadi pusat narasi dalam Ley Sin Voz. Lagu ini mengangkat simbol sirene sebagai tanda peringatan: keadaan darurat yang terus berbunyi namun sering diabaikan. Liriknya berbicara tentang harapan yang dikhianati, hukum yang dipelintir oleh tangan-tangan tak terlihat, serta kemarahan kolektif yang tak lagi bisa dibungkam
Potongan lirik seperti, “Emergency warning//the storms begins to brew, The people hopes betrayed//justice left as a mark, We filled with anger//our silence can’t remain” menjadi representasi dari dorongan untuk bangkit—dari kondisi tenggelam menuju perlawanan.
oridistro.com
open.spotify.com/album/5jPpVDch3M0vRfU4cs2eCO
#TheWavings
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersThe Waving’s · single · 2026 · 2 songs … See MoreSee Less
Friday March 27th, 2026
Setelah berhasil menyentuh puluhan juta pendengar lewat karya-karyanya yang personal dan emosional, Nadhif Basalamah kembali menghadirkan warna baru dalam perjalanan musikalnya. Kali ini, Nadhif merilis versi orkestra dari dua lagu yang memiliki tempat spesial di hatinya, “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu”, dengan menggandeng komposer ternama Andi Rianto.
Kolaborasi ini bukan tanpa alasan. Sejak awal, Nadhif memang memiliki keinginan kuat untuk bekerja sama dengan Andi Rianto, yang dikenal memiliki kemampuan khas dalam menerjemahkan emosi ke dalam aransemen orkestra. Untuk project ini, Andi Rianto membawa Budapest Scoring Orchestra demi mendapatkan sound megah yang diinginkan.
“Aku dari awal memang pengen banget kerja bareng Mas Andi, karena menurutku beliau punya cara yang sangat spesial dalam menerjemahkan emosi ke dalam orkestrasi. Lagu-laguku kan cukup personal, dan aku ngerasa Mas Andi bisa membawa rasa itu ke level yang lebih luas tanpa kehilangan esensinya,” ujar Nadhif.
Melalui versi orkestra ini, Nadhif Basalamah dan Andi Rianto tidak hanya menghidupkan kembali dua lagu yang telah dicintai, tetapi juga memperluas cara pendengar merasakan emosi di dalamnya lebih dalam, namun tetap setia pada kejujuran yang menjadi ciri khasnya.
Versi orkestra dari “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu” akan hadir pada tanggal 27 Maret 2027 di semua platform digital.
oridistro.com
open.spotify.com/artist/6UgERnTHmjk3qXM9x5vzyO
#NadhifBasalamah
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday March 27th, 2026
Rilisan terbaru dari band rock asal Surabaya, Unbreaker berjudul “Raja Semalam,” yang resmi dirilis pada 21 Maret 2026.
“Raja Semalam” menghadirkan narasi emosional yang intim—tentang momen cinta yang singkat, namun penuh kerinduan, gairah, dan konflik batin. Lagu ini menggambarkan pertemuan dua insan dalam suasana malam, di mana kehangatan dan rasa bersalah hadir secara bersamaan.
Secara musikal, lagu ini memadukan nuansa rock melankolis dengan aransemen yang atmosferik, membangun dinamika dari refleksi yang tenang hingga ledakan emosi yang intens. Bagian chorus dengan lirik “Ku kan menjadi raja semalam, dan kau sang ratu bermandikan cinta” menjadi inti dari lagu ini—sebuah gambaran tentang kebersamaan yang sempurna, meski hanya sementara.
Melalui rilisan ini, Unbreaker kembali menegaskan pendekatan musikal mereka yang jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang—mengangkat tema cinta, kehilangan, dan hubungan yang tidak selalu berjalan ideal.
Direkomendasikan untuk:
Pendengar musik rock emosional, lagu dengan pendekatan introspektif, dan sound yang atmosferik.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=eJbDpZJMR5w
#Unbreaker
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday March 26th, 2026
Mencapai 5.000 streams adalah tonggak pencapaian penting setelah Anda berhasil melewati 1.000 streams pertama. Pada tahap ini, musik Anda mulai menghasilkan royalti yang lebih besar, basis penggemar mulai terbentuk, dan kredibilitas yang meningkat dapat membuka peluang baru dalam pertunjukan langsung (live performance), penerbitan musik, dan banyak lagi.
Panduan ini dirancang untuk musisi independen yang telah melewati angka 1.000 streams dan menginginkan jalur yang realistis serta dapat diulangi untuk menumbuhkan audiens di Spotify. Tujuannya adalah meningkatkan taktik Anda menjadi landasan strategis yang kuat untuk akuisisi dan retensi penggemar.
1.000 Streams: Pelajari Apa yang Berhasil
Sebelum melangkah menuju 5.000 streams, luangkan waktu untuk merefleksikan 1.000 streams pertama Anda. Aktivitas apa yang mendatangkan streams terbanyak? Platform mana yang terasa sia-sia? Seberapa konsisten Anda melakukan promosi?
Meskipun eksplorasi pemasaran awal Anda terasa berantakan, hal itu memberikan data yang berharga. Gunakan analitik dari Spotify for Artists, CD Baby, dan media sosial Anda untuk memahami upaya mana yang memberikan dampak terbesar. Wawasan yang Anda temukan di sini akan membantu Anda memfokuskan energi saat mengejar 4.000 streams berikutnya.
2.000 Streams: Optimalkan Saluran Terkuat Anda
Tahap ini adalah tentang menyelaraskan strategi untuk menyambut peluang pertumbuhan terbesar. Misalnya—jika jumlah putar ulang (repeat listens) rendah di awal, fokuslah pada mempertahankan pendengar yang ada sambil terus memperluas paparan. Sesuaikan konten, pertunjukan, dan komunikasi Anda.
Video Berdurasi Pendek (Short-form Video):
Identifikasi konsep video pendek yang paling beresonansi saat mencapai 1.000 streams dan buatlah variasi dari video tersebut. Jika ingin meningkatkan putar ulang, buatlah konten yang terhubung dengan penggemar saat ini (seperti klip di balik layar, sesi tanya jawab). Jika ingin mencari penggemar baru, fokuslah pada penemuan (seperti tren, hook lagu, dan lagu cover).
Newsletter (Buletin):
Jaga keterlibatan penggemar lama dan pertahankan yang baru dengan membangun daftar email. Kirimkan pembaruan bulanan tentang jadwal panggung, proses kreatif terbaru, hingga cerita di balik layar.
Pertunjukan Langsung:
Jika Anda mengadakan pesta rilis (release show), jangan biarkan momentum itu hilang. Penggemar yang menemukan Anda secara langsung lebih cenderung untuk kembali mendengarkan musik Anda di platform digital.
Playlist "Artist Pick":
Perbarui playlist pilihan Anda secara rutin. Mulailah mencampur lagu musisi lokal atau musisi baru di dalamnya. Tag mereka saat Anda mempromosikannya agar mereka juga membagikannya ke audiens mereka.
Spotify Showcase:
Jika Anda menerima setidaknya 1.000 streams dalam 28 hari terakhir, Anda bisa menggunakan kampanye berbayar Showcase untuk mempromosikan rilisan Anda langsung di dalam aplikasi Spotify.
3.000 Streams: Perluas Jangkauan Anda
Tahap ini adalah tentang ekspansi tanpa kehilangan fokus. Cari peluang pertumbuhan yang selaras dengan kekuatan Anda.
Perluas Jangkauan Panggung: Pertimbangkan untuk memesan jadwal manggung di kota atau provinsi baru untuk terhubung dengan musisi dan audiens baru.
Playlist Lokal: Berkolaborasilah dengan musisi lain di daerah Anda untuk membuat playlist "skena". Atur ke mode kolaboratif agar artis lain bisa menambahkan lagu mereka dan mengundang penggemar untuk berkontribusi.
Jalankan Iklan Meta: Jika konten organik Anda berkinerja baik, pertimbangkan untuk memperkuatnya dengan iklan Instagram atau Facebook (Meta Ads). Gunakan klip video pendek yang mengarahkan pendengar langsung ke Spotify.
4.000 Streams: Sistematisasi Pertumbuhan Penggemar
Pada tahap ini, Anda memperoleh dan mempertahankan penggemar melalui berbagai saluran. Saatnya untuk mengatur semuanya secara lebih sistematis.
Evaluasi Funnel Penggemar: Petakan pertumbuhan penggemar Anda dalam sebuah "funnel" pemasaran—dari tahap penemuan (discovery), keterlibatan (engagement), hingga konversi (menjadi pendengar setia).
Ajukan Diri sebagai Band Pembuka: Gunakan data penjualan tiket dari konser utama Anda untuk meyakinkan promotor agar menjadikan Anda band pembuka bagi musisi tur yang lebih besar. Ini adalah cara ampuh untuk memperkenalkan musik Anda ke audiens baru yang masif.
Dorong Penggemar untuk Menyimpan (Save) Musik: Save dan penambahan ke playlist pribadi mengirimkan sinyal kuat ke algoritma Spotify bahwa musik Anda disukai. Mintalah penggemar secara langsung untuk melakukan hal ini melalui caption atau saat manggung.
5.000 Streams: Manfaatkan Momentum
Anda hampir sampai! Mulailah mengelola upaya pemasaran dengan pendekatan berbasis funnel dan manfaatkan momentum yang telah terbangun.
Rencanakan Tur: Mulailah merencanakan tur akhir pekan dan berkoordinasi dengan musisi dari kota lain untuk saling bertukar basis penggemar.
Rilis Lagu Baru: Salah satu cara terbaik untuk terus meningkatkan streams pada lagu lama adalah dengan merilis lagu baru. Saat pendengar baru tertarik dengan promosi rilisan terbaru Anda, mereka biasanya akan menjelajahi katalog lama Anda untuk mengenal karakter suara Anda lebih jauh.
Kesimpulan
Jika perjalanan menuju 1.000 streams mengajarkan Anda taktik pemasaran baru, maka perjalanan menuju 5.000 streams akan mengajarkan Anda strategi untuk pertumbuhan jangka panjang. Gunakan panduan ini saat Anda mulai menyempurnakan dan memperluas pemasaran musik Anda.
——————-
𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿,
diymusician.cdbaby.com/music-streaming/5000-streams-on-spotify/
——————-
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners
#Music
#Blog … See MoreSee Less
How to reach 5,000 streams on Spotify | DIY Musician
diymusician.cdbaby.com
Learn how to reach 5,000 streams on Spotify using proven tactics and strategies from independent CD Baby artists like you.Wednesday March 25th, 2026
Awal tahun 2026 ini, Somniumsaic telah meluncurkan “Aksa Daksa”, single terbarunya yang bertema kematian, tepatnya mengangkat fenomena Terminal Lucidity. Bersamaan dengan rilisnya single terbaru ini, Somniumsaic juga meluncurkan merchandise untuk single “Aksa Daksa”. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan awareness terhadap single “Aksa Daksa” secara mendalam kepada setiap pendengar.
Somniumsaic merilis merchandise berupa T-shirt, iPhone Case, dan Cassette. T-shirt atau kaos yang diproduksi menggunakan desain Art Cover dari single “Aksa Daksa” yang sedikit dimodifikasi dengan menambahkan lirik lagu secara samar. Yang menjadi sebuah kejutan adalah, merch ini dikemas dengan kotak berkat tahlil/doa untuk memperingati kematian seseorang yang sudah meninggal, lengkap dengan desain labelnya. Penempatan stiker foil/hologram pada kertas label dimaksudkan sebagai cermin/portal, yang mana biasanya merupakan tempat foto almarhum yang sedang didoakan. Penambahan kembang tabur kuburan di dalam kotak paket juga diharapkan dapat menambahkan kesan duka secara mendalam.
Beberapa hari sebelum Hari Raya Lebaran 2026, merch single “Aksa Daksa” sudah mulai dikirim kepada pemesan, kurang lebih 40 hari setelah masa Pre-Order. 40 hari ini juga dapat dikatakan sebagai simbol ataupun plesetan tentang masa 40 hari seseorang setelah kematian. Pemilihan momen Lebaran juga diharapkan mengingatkan para audiens untuk selalu mensyukuri hidup dan kehidupan sebelum menghadapi kematian, mengingat momen Lebaran sering digunakan orang untuk “pulang” mengunjungi orang tua, baik yang ada di kampung halaman maupun yang sudah di bawah batu nisan.
oridistro.com
www.instagram.com/p/DUDFiKBD_sb/
#Somniumsaic
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Sunday March 22nd, 2026
Lelah berjuang melawan algoritma demi menemukan penggemar baru? Media sosial memang bisa memberi perhatian cepat, tetapi sering kali hanya sesaat.
Di sinilah liputan pers berperan. Mendapatkan sorotan media untuk musik Anda membangun kredibilitas jangka panjang, membuka peluang karier baru, dan mendorong keterlibatan penggemar yang lebih dalam.
Dalam panduan ini, Anda akan belajar cara menulis siaran pers yang mengubah musik Anda menjadi sebuah cerita yang ingin diliput oleh jurnalis.
Sebelum mulai, pastikan Anda memiliki electronic press kit. Itu adalah hal pertama yang akan diminta jurnalis setelah membaca siaran pers Anda.
Apa itu siaran pers?
Siaran pers adalah dokumen satu halaman yang menceritakan kisah di balik rilisan Anda dan memberikan semua informasi yang dibutuhkan jurnalis untuk meliputnya — mulai dari kontak, kutipan, detail rilisan, hingga tautan streaming.
Mengapa saya perlu siaran pers untuk musik saya?
Jika Anda ingin mendapatkan liputan untuk rilisan berikutnya, Anda membutuhkan siaran pers. Ini adalah standar industri untuk mengajukan musik kepada jurnalis.
Tiga alasan siaran pers penting:
* Memudahkan jurnalis
Banyak siaran pers yang dipublikasikan hampir tanpa perubahan. Mengirim siaran pers membantu jurnalis cepat menemukan detail inti dan menyiapkan cerita. Sekadar mengirim email dengan tautan musik tidak akan efektif.
* Membagikan cerita Anda
Artikel memberi ruang berharga untuk memperluas emosi dan pengalaman yang membentuk musik Anda.
* Membangun kredibilitas
Musik yang masuk berita menciptakan buzz dan meningkatkan kredibilitas Anda di mata penggemar maupun profesional industri. Banyak festival bahkan meminta bukti liputan pers saat Anda mendaftar.
Apa yang harus saya masukkan dalam siaran pers?
Siaran pers Anda harus memberi jurnalis semua yang mereka butuhkan dalam satu halaman.
* Header
Sertakan nama, nama panggung, informasi kontak, dan tautan bio.
* Headline
Tulis judul tebal di atas teks utama yang mencakup nama artis, judul rilisan, dan tanggal rilis.
* Paragraf pembuka
Buat kalimat pembuka yang kuat dengan konteks tambahan. Ulangi detail inti dari headline, lalu tambahkan sudut berita yang menarik perhatian jurnalis.
* Paragraf bio
Berikan informasi biografi tentang diri Anda atau grup, termasuk genre, kota asal, nama anggota, serta pencapaian. Ini membantu memperkenalkan musik Anda dan membangun kredibilitas.
* Paragraf promo
Setelah pengantar dan bio, ceritakan kisah di balik rilisan Anda. Jangan terlalu panjang, cukup benang merah yang bisa dipakai jurnalis untuk memberi sudut naratif.
* Kutipan
Tambahkan kutipan singkat yang menghidupkan cerita dan mendukung narasi siaran pers.
* Tautan streaming
Jika ingin liputan muncul di hari rilis, kirim siaran pers minimal empat minggu sebelumnya. Sediakan tautan streaming privat (Bandcamp, SoundCloud, atau Samply). Hindari lampiran MP3 atau Google Drive.
Bagaimana cara mengajukan siaran pers ke media?
Setelah siaran pers siap, rencanakan cara mengajukannya. Kunci untuk mendapatkan liputan adalah personal dan konsisten.
* Targetkan publikasi sesuai level karier Anda.
* Fokus pada jurnalis yang meliput genre Anda.
* Jangan sekadar menyalin siaran pers; tulis paragraf pengantar khusus untuk tiap jurnalis agar terasa personal.
Kesimpulan
Semua ini mungkin terdengar banyak, tetapi ingat: siaran pers sebaiknya hanya satu halaman. Edit hingga cukup untuk memancing minat — jurnalis bisa menghubungi Anda untuk detail lebih lanjut, dan dari situlah wawancara dimulai.
Seiring waktu, Anda akan menemukan bahwa liputan pers adalah kombinasi antara jaringan dan bercerita. Bangun hubungan dengan jurnalis tidak hanya saat siklus rilis. Ikuti mereka di media sosial dan terlibat dengan tulisan mereka. Itu bisa memberi keuntungan pada pitch berikutnya.
——————-
𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿,
diymusician.cdbaby.com/music-marketing/how-to-write-a-press-release/
——————-
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners
#music
#blog … See MoreSee Less
How to write a press release for your music | DIY Musician
diymusician.cdbaby.com
Tired of fighting the algorithm to find new fans? Social media can provide fast attention, but it’s often fleeting. That’s where press coverage comes in. Earning headlines for your music … Continue reading →Sunday March 22nd, 2026
Lakuna memulai langkah yang lebih serius di dunia musik melalui perilisan maxi single Mudra. Berasal dari Malang, Jawa Timur dan aktif sejak 2021, band Malang ini digawangi Yoko (vokal), Bagus dan Tian (gitar), Kelfin (keyboard), Aziz (bass), serta Eta (drum). Lakuna perlahan menemukan arah musikalnya melalui perpaduan musik pop alternatif dan folk yang dibalut distorsi halus serta melodi lembut namun emosional. Maxi single Mudra memuat dua komposisi yang menjadi pijakan awal perjalanan musikal Lakuna sekaligus membuka ruang eksplorasi antara keintiman lirik dan keluasan lanskap bunyi untuk karya-karya Lakuna ke depan di skena musik alternatif Indonesia.
Sebelumnya, Lakuna memperkenalkan diri melalui single Buai Raga, yang menandai kecenderungan band Malang ini dalam menghadirkan lirik puitis yang dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari. Pencarian musikal Lakuna tersebut kemudian berlanjut dalam Mudra, lagu yang lahir dari perenungan tentang manusia dan keberadaannya—tentang momen ketika seseorang berhenti dari riuhnya dunia untuk bertanya dari mana ia datang, untuk apa ia hidup, dan ke mana ia akan kembali. Tema dalam lagu Mudra juga berangkat dari penelitian yang dilakukan Yoko untuk penulisan naskah drama mengenai konsep “kehancuran” dalam beberapa agama dan kepercayaan, yang kemudian menggiring proses kreatif Lakuna untuk menggali makna melalui ayat-ayat Tuhan seperti ayat dalam Al-Qur’an “Kun Fayakun”, Matius 19 ayat 14, hingga tembang macapat Asmarandhana Aja Turu Sore Kaki yang dihadirkan sebagai unsur penguat lirik sekaligus memperkuat imersi dalam keseluruhan narasi lagu Mudra.
“Awalnya saya meneliti berbagai definisi tentang kehancuran dalam agama dan kepercayaan yang berbeda untuk kebutuhan naskah drama. Dari situ saya justru menemukan perspektif yang sangat luas tentang bagaimana manusia memandang akhir kehidupan. Di tengah proses itu pula lagu Mudra mulai terbentuk,” ungkap Yoko, vokalis Lakuna.
Kata Mudra berasal dari bahasa Sanskerta yang dimaknai sebagai keadaan yang bersih, murni, dan kembali pada asal, sebuah gambaran ketika segala yang pernah ada perlahan luruh menuju kesunyian semesta. Maxi single Mudra dari Lakuna ini memuat dua komposisi yaitu Manungsa ing Pandunga sebagai intro dan Mudra sebagai lagu utama, sekaligus menjadi gerbang awal perjalanan musikal Lakuna menuju rilisan berikutnya hingga album penuh. Manungsa ing Pandunga merujuk pada tembang macapat Asmarandhana dan menggunakan bahasa Jawa sebagai identitas sosial Lakuna untuk menggambarkan bagaimana manusia mencintai hidup dalam tatanan yang teratur, sembari mengingatkan bahwa setiap napas kehidupan merupakan anugerah yang dititipkan oleh semesta. Dari doa manusia itulah perjalanan musikal Lakuna berlanjut menuju Mudra, sebuah lagu yang memandang kehancuran bukan sebagai tragedi, melainkan bagian dari siklus kosmis ketika semesta meredup, dimensi kembali menyatu, dan dari kehampaan itulah kemungkinan baru selalu bermula.
Mengenai proses pengerjaan lagu pembuka dalam maxi single Mudra tersebut, Yoko menjelaskan bahwa Manungsa ing Pandunga digarap dalam waktu yang relatif singkat sebagai pengantar menuju lagu utama dalam rilisan terbaru Lakuna ini. Lagu tersebut mulai dikerjakan pada akhir tahun 2025.
“Untuk Manungsa ing Pandunga, kami mengerjakannya di akhir tahun 2025 sekitar bulan November. Prosesnya kurang lebih satu minggu saja, karena sejak awal memang dimaksudkan sebagai pembuka yang mengawali perjalanan menuju Mudra,” jelas Yoko.
Yoko juga mengungkapkan bahwa Mudra merupakan langkah awal dari rencana rilisan Lakuna yang lebih panjang. Maxi single Mudra diposisikan sebagai pembuka sebelum Lakuna melanjutkan perjalanan menuju karya yang lebih besar dalam diskografi mereka.
“Setelah maxi ini, kami berencana merilis satu single lagi sebagai jembatan menuju full album pertama Lakuna. Perjalanan itu sebenarnya sudah kami buka lewat Mudra, jadi rilisan ini seperti awal dari rangkaian cerita yang akan menuju album penuh kami,” ujar Yoko.
Hadirnya maxi single Mudra menjadi pengantar rasa dan pemahaman sebelum pendengar memasuki karya Lakuna berikutnya, sebuah napas pertama yang membuka ruang perenungan tentang ayat-ayat kehidupan sekaligus menyiapkan perjalanan menuju kisah yang lebih personal dalam karya Lakuna selanjutnya. Maxi single Mudra dari Lakuna akan resmi dirilis di seluruh digital streaming platform pada 22 Maret 2026, dan dapat disimak melalui layanan musik digital pilihan pendengar.
oridistro.com
open.spotify.com/artist/4YiT1EPV51OBxxiuUPzeQw
#Lakuna
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Friday March 20th, 2026
Konten ini tidak tersedia saat ini
Konten tidak bisa dilihat biasanya karena pemilik hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang bisa melihatnya, atau sudah dihapus.Friday March 20th, 2026
Apa itu metadata musik?
Baik saat Anda meminta rekomendasi musik baru di platform streaming atau mencari artis favorit, metadata selalu bekerja di balik layar, memberikan struktur pada perpustakaan musik digital global yang tak terbatas.
Dalam lingkungan yang mengutamakan streaming, metadata adalah fondasi musik Anda. Metadata mendefinisikan segalanya, mulai dari detail penting seperti judul rilis dan nama artis, hingga informasi yang lebih subjektif seperti suasana hati (mood) dan artis yang sebanding.
Namun pada intinya, metadata musik adalah informasi terstruktur dan fungsional yang dilampirkan pada rekaman dan komposisi Anda. Distributor menggunakannya untuk mengirimkan musik Anda ke platform streaming. Penyedia layanan digital mengandalkannya untuk mengatur katalog dan menjalankan algoritme rekomendasi. Serta organisasi hak cipta bergantung padanya untuk melacak penggunaan musik dan membayar royalti secara akurat.
Dalam blog ini, Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang berbagai jenis metadata, manfaat menyediakan informasi ini, dan cara mengoptimalkan data Anda untuk mengelola musik secara efektif.
Apa saja jenis-jenis metadata musik?
Ada tiga kategori utama metadata: data kepemilikan (atau hak cipta), data deskriptif, dan data rekomendasi.
* Metadata kepemilikan membantu memastikan pembayaran dan perlindungan hak.
* Metadata deskriptif mendukung pengorganisasian katalog.
* Metadata rekomendasi mendorong penemuan melalui algoritme.
Mengapa metadata musik itu penting dan bagaimana cara penggunaannya?
Jika Anda memperhatikan bagan di atas, Anda akan menyadari bahwa metadata benar-benar mencakup seluruh rilisan Anda, membuatnya dapat diindeks dan dilacak di berbagai platform.
Mari kita lihat lebih dekat manfaat metadata dan cara penggunaannya:
Dapatkan bayaran secara akurat dan tepat waktu
Metadata Anda berisi informasi seperti pembagian penulisan lagu (songwriting splits) dan hak penerbitan, yang diandalkan oleh DSP (Digital Service Provider), distributor, dan penerbit untuk pembayaran royalti.
Sebelum mengirimkan musik, selalu finalisasi pembagian penulis lagu Anda dan tinjau kembali informasi hak cipta untuk memastikan setiap kontributor dibayar sebagaimana mestinya.
Metadata menjadi sangat penting jika Anda mendaftarkan musik ke organisasi hak pertunjukan (performing rights organization) atau lembaga kolektif. Mitra-mitra ini bergantung pada kecocokan metadata untuk memproses royalti dengan akurat.
Menghindari penolakan dari DSP
Platform streaming mengandalkan metadata untuk memproses musik Anda dengan akurat, mengarahkan pembayaran royalti, dan mengoptimalkan pengalaman penggemar. Platform menjaga keakuratan metadata dengan menetapkan standar dan persyaratan tertentu untuk unggahan musik, yang perlu diikuti oleh distributor (dan tentunya artis).
Jika Anda berencana merilis musik, pilihlah distributor yang menjadi preferensi platform besar seperti CD Baby untuk memastikan musik Anda memenuhi persyaratan distribusi.
Memperkuat penemuan yang dipersonalisasi
Anda dapat memudahkan penggemar menemukan musik Anda dan memudahkan algoritme untuk merekomendasikannya dengan memberikan data seputar genre atau aransemen. Data ini membantu algoritme menghubungkan musik Anda dengan musik artis lain dan menyempurnakan jalur penemuan bagi penggemar. Platform selalu memajukan kemampuan rekomendasi mereka melalui alat-alat baru serta integrasi yang kuat.
Mendapatkan lebih banyak penempatan (placement)
Metadata yang terperinci dapat meningkatkan peluang Anda untuk dipertimbangkan dalam penempatan di berbagai media (lisensi sinkronisasi) serta daftar putar (playlist) Spotify. Kedua peluang tersebut dapat mempertimbangkan metadata "rekomendasi" seperti suasana hati, tempo, dan aransemen untuk menilai kesesuaian lagu Anda dengan daftar putar atau media tersebut.
Apa saja praktik terbaik untuk metadata?
Menjaga metadata tetap bersih dan konsisten akan mempersiapkan musik Anda untuk sukses, mulai dari pengiriman hingga hari perilisan dan seterusnya. Ikuti praktik terbaik ini untuk mengoptimalkan metadata Anda:
* Akurasi: Periksa kembali kiriman Anda untuk memastikan Anda telah memasukkan informasi subjektif dengan benar seperti judul lagu dan rilisan, nama artis, urutan trek, dan lainnya. Distributor hanya akan meninjau metadata untuk memastikan telah memenuhi persyaratan platform yang objektif.
* Penggunaan Huruf Kapital: Ikuti aturan kapitalisasi (seperti Chicago Style untuk bahasa Inggris) untuk judul rilisan guna menghindari masalah format pada platform streaming digital. Menggunakan format yang tidak standar, seperti huruf besar semua atau huruf kecil semua, dapat menyebabkan masalah atau koreksi otomatis dari DSP.
* Konsistensi: Buat musik Anda mudah dicari (dan disortir secara akurat oleh algoritme) dengan menjaga konsistensi metadata di seluruh platform dan unggahan. Mengubah nama artis atau merilis musik dengan metadata yang tidak lengkap atau kontradiktif dapat memecah katalog Anda.
* Fitur (Kolaborasi): Ikuti alur pengiriman distributor Anda untuk memasukkan kontributor dan peran dalam kolom formulir yang tersedia. Dari sana, masing-masing platform akan memilih untuk menampilkan informasi tersebut di judul lagu atau album berdasarkan panduan internal mereka. Jangan menyertakan kontributor dalam tanda kurung di dalam judul rilisan Anda.
Bagaimana cara saya memberikan metadata untuk musik saya?
Distributor Anda akan meminta Anda untuk memberikan semua metadata yang tepat selama proses pengiriman musik.
CD Baby telah mengumpulkan metadata yang kuat dari para artis kami selama lebih dari 25 tahun dan merupakan mitra distribusi pilihan platform utama seperti Spotify dan Apple Music. Saat Anda mendistribusikan musik melalui CD Baby, Anda mengikuti pedoman yang kami susun dan terapkan secara erat bersama platform streaming digital terkemuka untuk membantu melindungi musik Anda, membangun basis penggemar, dan memastikan Anda dibayar.
——————-
𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿,
diymusician.cdbaby.com/releasing-music/music-metadata-101/
——————-
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners
#Music
#Blog … See MoreSee Less
Music Metadata 101 | DIY Musician
diymusician.cdbaby.com
From protecting your music to optimizing discoverability, music metadata is the foundation of your music in a streaming-first landscape.Friday March 20th, 2026
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Wijaya 80 dan Sal Priadi merilis nomor kolaborasi berjudul “Bulan Bintang, Garis Menyilang”. Sebuah lagu tentang cinta kasih, yang diambil dari kisah lintas keyakinan dan keberanian untuk tetap bertahan.
Lagu yang diciptakan bersama-sama oleh Wijaya 80 (Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, Hezky Joe) dan Sal Priadi ini dibuka dengan alunan musik sarat nilai keilahian dan lirik yang kontras menghujam: "Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku."
Lagu "Bulan Bintang, Garis Menyilang" tidak sebatas menampilkan sisi tragis cinta dengan latar berbeda. Menurut Ardhito, yang pernah menjalani situasi serupa, lagu ini menjadi penting karena temanya merupakan sesuatu yang tidak selesai dibahas dan harus bisa dipahami lebih baik.
"Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini,” ungkap Ardhito. “Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima."
Perilisan "Bulan Bintang, Garis Menyilang" pada momen lebaran juga bukan tanpa alasan. Menurut Hezky, lagu ini bisa jadi teman bagi pendengar yang hendak merayakan cinta-kasih. "Kayaknya akan banyak yang relate, di kala ada orang yang saling mencinta, tapi harus merayakan kasih Tuhan di dua hari raya yang berbeda," jelasnya.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=fF_-kIK5ZVw
#Wijaya80
#SalPriadi
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Thursday March 19th, 2026
Pernahkah Anda bertanya-tanya siapa yang dibayar saat seorang artis menyanyikan ulang (cover) sebuah lagu? Atau bagaimana film dan acara TV mendapatkan izin untuk menggunakan musik dalam soundtrack mereka? Atau mungkin Anda adalah seorang artis independen yang sedang mencari cara untuk mengumpulkan pendapatan royalti tambahan dari musik Anda.
Jawaban untuk semua pertanyaan ini adalah penerbitan musik (music publishing).
Penerbitan musik adalah bisnis untuk memastikan penulis lagu dan pemegang hak cipta dibayar ketika komposisi mereka digunakan, dipentaskan, diputar secara streaming, atau dilisensikan. Namun, banyak artis tidak sepenuhnya memahami cara kerjanya atau seberapa besar pendapatan royalti yang mungkin hilang karena tidak memiliki solusi penerbitan.
Dalam panduan ini, kami akan menjelaskan apa itu penerbitan musik, bagaimana cara kerjanya, jenis-jenis royalti yang dihasilkan musik Anda secara keseluruhan, dan bagaimana Anda dapat mengumpulkan pendapatan ini sebagai penulis lagu.
Apa itu penerbitan musik?
Menurut Songtrust, penerbitan musik adalah “bisnis perolehan, perlindungan, dan promosi hak cipta lagu (komposisi) serta pengumpulan royalti yang dihasilkan oleh hak cipta tersebut.”
Ada banyak hal yang bekerja dalam definisi tersebut, yang akan dijelaskan secara rinci di sisa tulisan ini. Namun, inilah poin utamanya: Penerbitan musik bertumpu pada hak cipta komposisi sebuah lagu. Setiap kali hak cipta komposisi itu digunakan — misalnya, musisi lain membawakan lagu tersebut — penulis lagu berhak mendapatkan kompensasi dalam bentuk royalti musik. Berbagai penggunaan komposisi menghasilkan jenis royalti yang berbeda, yang harus dikumpulkan oleh penulis lagu melalui langkah-langkah yang tepat.
Di sinilah peran penerbitan musik — membantu artis mengelola hak cipta komposisi mereka dan mengumpulkan royalti setiap kali karya tersebut digunakan.
Mengapa penerbitan musik itu penting?
Penerbitan bisa menjadi sumber pendapatan utama bagi artis independen — dan Anda tidak perlu menunggu lagu Anda masuk ke film besar untuk merasakannya. Bahkan jika musik Anda hanya sekadar diputar di platform streaming, Anda sudah menghasilkan pendapatan penerbitan tambahan yang akan hangus jika Anda tidak terdaftar.
Kami akan merinci royalti ini nanti, tetapi berikut adalah gambaran singkatnya: Distributor Anda membayar royalti streaming saat penggemar mendengarkan musik Anda di platform digital (DSP) seperti Spotify atau Apple Music. Namun, musik Anda juga menghasilkan royalti mekanis (mechanical) dan royalti penampilan (performance), yang memerlukan solusi penerbitan musik untuk mengumpulkannya.
Dan itu baru dari streaming. Jika Anda mengadakan konser, menjual salinan fisik musik Anda, mengizinkan penggemar menggunakan musik Anda di postingan media sosial, atau melisensikan lagu Anda untuk penggunaan lain, aktivitas tersebut juga menghasilkan royalti tambahan yang terikat pada komposisi itu sendiri.
Semua ini bisa terakumulasi menjadi pendapatan berharga yang dapat Anda investasikan kembali ke dalam musik Anda.
Dasar-Dasar Hak Cipta Musik
Sebelum kita membahas cara kerja penerbitan musik, penting untuk memahami dasar-dasar hak cipta musik yang menjadi landasan bisnis ini.
Setiap lagu memiliki dua bentuk hak cipta: Komposisi dan Rekaman.
* Komposisi: Komponen musik dasar, lirik, dan melodi yang membentuk lagu tersebut.
* Rekaman: Pertunjukan lagu yang direkam secara khusus, yang disimpan dalam file digital atau fisik.
Ada empat jenis royalti umum yang dapat dihasilkan oleh komposisi dan rekaman musik Anda:
* Pendapatan Rekaman (Royalti Streaming): Dihasilkan setiap kali musik Anda diputar di platform streaming digital atau diunduh dan dijual. Distributor Anda mengumpulkan royalti ini dan membayarkannya kepada Anda secara bertahap.
* Royalti Penampilan Digital: Dihasilkan saat rekaman Anda diputar di radio streaming non-interaktif seperti Pandora.
* Royalti Mekanis (Mechanical): Dihasilkan saat komposisi musik Anda direproduksi secara fisik atau digital (termasuk streaming). Di AS, royalti ini dikumpulkan oleh The Mechanical Licensing Collective.
* Royalti Penampilan (Performance): Diperoleh saat musik Anda diputar atau dibawakan di tempat umum. Semua royalti penampilan dikumpulkan dan didistribusikan oleh lembaga kolektif seperti Organisasi Hak Penampilan (PRO) kepada pemegang hak cipta yang relevan.
Ada dua jenis royalti lain yang muncul dari penggunaan khusus musik Anda: sinkronisasi ke media visual dan pencetakan lembar musik (not balok).
* Royalti Sinkronisasi (Sync) dan "Micro-sync": Dihasilkan saat musik Anda diselaraskan dengan video di platform seperti Instagram, TikTok, dan Youtube, atau di film, acara TV, dan video game. Anda bisa mendapatkan royalti penampilan sekaligus mekanis, tergantung pada lisensi yang dimiliki setiap platform.
* Royalti Cetak: Bentuk penerbitan tertua; mencetak dan menjual lembar musik (sheet music) menghasilkan royalti cetak.
Ingat, sebagai bisnis yang mengelola hak-hak penulis lagu, penerbitan musik berfokus pada komposisi dan berkaitan dengan pengumpulan royalti penampilan serta mekanis.
Di sisi rekaman, distributor Anda membayar royalti rekaman, sementara organisasi hak tetangga (neighboring rights) seperti SoundExchange (untuk mereka yang berada di AS) dapat membantu Anda mengumpulkan royalti penampilan digital.
Cara Mengumpulkan Royalti
Seperti yang disebutkan, CD Baby secara otomatis membayar royalti rekaman dari aktivitas streaming Anda. Anda dapat mengumpulkan royalti mekanis dan penampilan digital dengan CDB Boost dari CD Baby, yang mendaftarkan musik Anda ke The Mechanical Licensing Collective dan SoundExchange.
Anda juga dapat mengumpulkan royalti micro-sync dengan CD Baby dengan memilih opsi Social Video Monetization saat mendaftarkan rilis Anda.
Secara terpisah, kami menyarankan untuk mendaftar ke Organisasi Hak Penampilan (PRO) seperti ASCAP atau BMI untuk mengumpulkan royalti penampilan Anda (berbeda dengan royalti penampilan digital).
Metadata yang Diperlukan untuk Pengumpulan Royalti
Metadata musik adalah informasi penting tentang musik Anda — seperti judul lagu, penulis lagu, genre, dan kode identifikasi. Data ini memungkinkan musik Anda diidentifikasi, dilacak, dan diproses di seluruh industri, memastikan jumlah stream, informasi kepemilikan, dan pembayaran tetap mengikuti karya tersebut di mana pun ia digunakan.
Anda perlu memberikan metadata utama agar dapat mendaftarkan musik Anda secara efektif ke penerbit musik atau administrator penerbitan.
Berikut adalah beberapa hal yang esensial:
* Judul Lagu: Pastikan judul lagu Anda sama persis dengan yang muncul di platform streaming, termasuk ejaan alternatif jika ada.
* Pembagian Hak (Splits) yang Terkonfirmasi: Kirimkan pembagian penulisan lagu yang telah disepakati dengan kolaborator mana pun untuk mencegah penundaan pembayaran.
* Nama Penulis Lagu: Sertakan nama asli atau nama resmi penulis lagu.
* Interested Parties Information (IPI): Ini adalah nomor unik yang mengidentifikasi penulis lagu atau penerbit secara internasional.
* International Standard Musical Work Code (ISWC): Ini adalah kode standar yang ditetapkan untuk komposisi lagu Anda. Setiap komposisi hanya boleh memiliki satu ISWC.
* International Standard Recording Code (ISRC): Ini adalah kode yang ditetapkan untuk setiap rekaman individu. Bisa terdapat beberapa ISRC untuk satu ISWC yang sama (misalnya jika ada versi rekaman yang berbeda untuk satu lagu).
Memulai dengan Penerbitan Musik
Itulah semua yang perlu Anda ketahui untuk memulai langkah di dunia penerbitan musik. Mulai dari dasar-dasar hak cipta musik dan metadata hingga jenis-jenis royalti dan cara mengumpulkannya, kini Anda siap untuk mulai menghasilkan lebih banyak pendapatan dari lagu-lagu Anda.
——————-
𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿,
diymusician.cdbaby.com/music-rights/music-publishing-explained/
——————-
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners
#Music
#Blog … See MoreSee Less
Explained: What Is Music Publishing? | DIY Musician
diymusician.cdbaby.com
Independent musicians can earn valuable passive income through music publishing. Learn what music publishing is and how to get started.Thursday March 19th, 2026
PIKOTARO kembali – dan kali ini, ia langsung mengincar kamar mandi Anda.
Penyanyi PPAP (Pen-Pineapple-Apple-Pen) ini baru saja merilis single baru yang sangat tak terduga, “Pee Poop Party People feat. Beverly”, yang mengubah latihan toilet menjadi pertunjukan pop yang spektakuler dengan vokal dahsyat dari penyanyi Filipina asal Jepang, Beverly.
Lagu ini muncul di Tottemo Release 80.8 (08) – edisi kedelapan dari proyek bulanan PIKOTARO menjelang ulang tahun ke-10 PPAP – merayakan tonggak sejarah yang sangat universal: anak-anak belajar menggunakan toilet. Dan ya, ini memang sangat absurd seperti kedengarannya.
Produser Daimaou Kosaka merangkumnya dengan sempurna: “Kencing adalah ‘kencing’, buang air besar adalah ‘buang air besar’. Lucu sekali! Beverly adalah satu-satunya orang yang bisa menyanyikan lagu ini! Ini gila. Beverly adalah yang terbaik!”
Dengan vokal bernada tinggi khas Beverly yang melayang di atas melodi yang jenaka dan mudah dinyanyikan, pesona komedi PIKOTARO mencapai puncak baru. Sang penyanyi sendiri menambahkan: “Aku hampir tidak bernyanyi di lagu ini, piko. Tapi ini laguku, piko. Pak Daimaou Kosaka tidak masuk akal, piko! Tapi ini kolaborasi lagu yang paling kuat, jadi aku ingin menyampaikannya kepada semua orang di seluruh dunia yang sedang menjalani pelatihan toilet, piko! Kita semua adalah Pee Poop Party People!”
Beverly mengatakan kolaborasi ini membuka matanya: “Ketika pertama kali melihat judulnya, aku berpikir, ‘Lagu apa ini?’ Tapi aku sangat tertarik dengan lirik yang cerdas dan kontras dengan melodi bernada tinggi yang menantang. Ini sempurna untuk pelatihan toilet! Kuharap semua orang akan mendengarkan lagu ini dan menyukainya!”
Pada tanggal 18 Maret, Beverly akan tampil di FAV FOUR NACK5, yang dipandu oleh Daimaou Kosaka, untuk debut radio lagu tersebut. Dengan setiap lapisan komedi, nyanyian berenergi tinggi, dan permainan kata yang menarik, “Pee Poop Party People” membuktikan bahwa kejeniusan unik PIKOTARO masih hidup, sehat, dan siap membuat waktu buang air besar menjadi epik.
Tentang PIKOTARO
Pada tahun 2016, video untuk “PPAP (Pen-Pineapple-Apple-Pen)” diangkat oleh para artis dan media global termasuk Justin Bieber, CNN, dan BBC, memicu fenomena di seluruh dunia.
Ia menjadi artis Jepang pertama dalam 26 tahun yang masuk ke Billboard Hot 100 AS, dan lagu tersebut diakui oleh Guinness World Records sebagai “lagu terpendek yang masuk tangga lagu Billboard Hot 100.”
Pada tahun 2017, ia juga menghadiri jamuan makan malam kenegaraan selama kunjungan Presiden Trump ke Jepang dan diangkat oleh Kementerian Luar Negeri Jepang sebagai duta resmi untuk promosi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Tentang Beverly
Lahir di Filipina, Beverly melakukan debutnya di Jepang pada tahun 2017 dan sejak itu membangun reputasi sebagai vokalis kelas dunia dengan jangkauan vokal tinggi yang memukau dan nada yang halus dan merdu. Ia telah memenangkan berbagai penghargaan di festival musik di seluruh Amerika Serikat dan Asia, dan telah membawakan lagu tema untuk berbagai drama, anime, serial Kamen Rider, game, dan iklan. Video musik dan klip media sosialnya secara kolektif telah melampaui 10 juta penayangan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah menjadi vokalis tur untuk musisi terkenal termasuk Tetsuya Komuro dan Yoshiki, dan akan memperluas aktivitasnya lebih lanjut dengan penampilan teater musikal pada tahun 2026.
oridistro.com
www.shazam.com/artist/pikotaro/1160203795
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
www.shazam.com
Discover more about PIKOTARO on Shazam! View top songs, latest releases, music videos, similar artists and more!Wednesday March 18th, 2026
Enam suara, satu keyakinan: BE:FIRST, ALL DAY.
Grup vokal dan tari beranggotakan enam orang, BE:FIRST, telah merilis video musik untuk single terbaru mereka, “BE:FIRST ALL DAY”. Lagu ini meluncurkan Proyek Ulang Tahun ke-5 BE:FIRST yang sangat dinantikan, menghadirkan deklarasi identitas dan tujuan yang berani dari sebuah grup yang terus maju tanpa henti sejak debut mereka pada November 2021.
Dibangun sebagai lagu hip-hop yang kuat, “BE:FIRST ALL DAY” menangkap semangat khas grup ini. Lagu ini merupakan deklarasi yang membanggakan atas perjalanan mereka sejauh ini dan komitmen teguh mereka untuk tetap menjadi BE:FIRST seumur hidup.
Lagu ini diciptakan selama sesi penulisan lagu bersama di Los Angeles dan menyatukan jajaran produser kelas dunia. Penulis lagu nominasi Grammy, David Arkwright, yang sebelumnya berkolaborasi dalam “Secret Garden,” kembali bersama Will Jay, yang dikenal atas karyanya dalam “Boom Boom Back,” dan produser Grant Boutin. Hasilnya adalah lagu hip-hop yang dipoles secara global dan mencerminkan evolusi BE:FIRST di panggung internasional.
Video musik ini menafsirkan ulang judul “BE:FIRST ALL DAY” sebagai sumpah seumur hidup: untuk tetap menjadi BE:FIRST dan terus hidup sebagai penampil. Berlatar di dalam “kompleks perumahan dunia lain” yang surealis, cerita ini membayangkan ekspresi artistik sebagai kekuatan penunjang kehidupan di realitas alternatif.
Apa yang dimulai sebagai kompleks apartemen Jepang yang familiar secara bertahap berubah menjadi dunia magis-realis yang misterius. Video ini menemukan gaya dan identitas dalam ruang sehari-hari, mengubah hal biasa menjadi sesuatu yang ikonik.
Narasi terungkap di dalam kompleks perumahan aneh yang dihuni oleh kepala hip-hop hantu, memadukan penceritaan VFX dengan energi penampilan dinamis BE:FIRST. Hasilnya adalah pengalaman visual yang mencolok yang menggabungkan pembangunan dunia naratif dengan estetika hip-hop mewah dan rasa identitas kolektif yang kuat.
Koreografi untuk video ini dibuat bersama oleh anggota SOTA dan penari Rhyme, menandai kontribusi koreografi pertama Rhyme untuk grup tersebut.
Meskipun BE:FIRST menarik perhatian pada tahun 2025 dengan rilisan yang berfokus pada penampilan seperti “Muchu 夢中” dan “Under the same sky 空”, yang menyoroti pendekatan yang lebih terkendali dan tidak terlalu berorientasi pada tarian, “BE:FIRST ALL DAY” kembali menyoroti kekuatan khas grup ini: penampilan tarian mereka yang bertenaga dan presisi.
Tentang BE:FIRST
BE:FIRST adalah grup tari dan vokal beranggotakan enam orang yang terdiri dari SOTA, SHUNTO, MANATO, RYUHEI, JUNON, dan LEO. Setiap anggota memiliki bakat dan potensi luar biasa dalam bernyanyi, menari, dan rap. Kepekaan musikal mereka, yang ditunjukkan dalam penulisan lagu, komposisi, dan koreografi, juga terlihat jelas. Individualitas dan gaya setiap anggota sangat memikat. Sejak pra-debut, grup yang dijuluki "BE:FIRST" ini telah mendominasi tangga lagu teratas di Jepang. Dari sana, mereka memulai perjalanan besar pertama mereka di seluruh Asia dan dunia. Pada tahun 2025, mereka memulai tur empat dome pertama mereka di Jepang, menampilkan sembilan pertunjukan di empat kota di hadapan sekitar 300.000 penonton. Setelah itu, mereka memulai tur internasional pertama mereka, "BE:FIRST World Tour 2025 -Who is BE:FIRST?-," mengunjungi 12 kota di AS, Asia, dan Eropa, menandai terobosan global mereka. Pada Mei 2026, mereka dijadwalkan untuk menggelar pertunjukan langsung solo pertama mereka di stadion dengan judul “BE:FIRST Stadium Live 2026: We are the BE:ST.”
oridistro.com
www.kkbox.com/tw/tc/album/5Y7ZbXtXsLpPywOiUe
#Avex
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartnersBE:FIRST的專輯「BE:FIRST ALL DAY」在這裡,快打開 KKBOX 盡情收聽。 … See MoreSee Less
Wednesday March 18th, 2026
Maulana Ardiansyah kembali menghadirkan karya terbaru lewat single "PEPATAH (Perantau Pantang Menyerah)", sebuah lagu yang mengangkat kisah perjuangan hidup seorang perantau yang terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. Berbeda dari lagu-lagu cinta yang selama ini identik dengan namanya, kali ini Maulana menyampaikan cerita yang lebih dekat dengan realita kehidupan banyak orang: bekerja keras di tanah rantau, menahan rindu kampung halaman, dan tetap bertahan demi keluarga yang disayangi.
Lagu "PEPATAH" ditulis berdasarkan kisah pribadi Maulana sebagai seorang perantau yang hingga kini masih terus berjuang di perantauan. Cerita lagu ini menggambarkan perjalanan hidup yang tidak selalu mudah, mulai dari bekerja keras mencari rezeki hingga menghadapi berbagai tantangan hidup, namun tetap dijalani dengan keyakinan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Judul "PEPATAH" sendiri terinspirasi dari pepatah yang sangat dikenal di masyarakat: "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian." Sementara kepanjangannya, Perantau Pantang Menyerah, mencerminkan pesan utama lagu ini: tentang semangat untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan.
"Aku ingin lagu ini jadi penyemangat untuk teman-teman yang sedang berjuang di perantauan. Kerja keras itu penting, tapi jangan sampai lupa sama Yang Kuasa, karena usaha dan doa harus selalu berjalan bersama," ujar Maulana Ardiansyah.
Dari sisi musikalitas, Maulana juga menghadirkan pendekatan yang lebih segar dalam "PEPATAH" dengan memasukkan beberapa elemen baru dalam aransemen dan penulisan liriknya. Eksplorasi ini memberikan warna berbeda dari rilisan sebelumnya, sekaligus tetap mempertahankan karakter Maulana yang kuat dalam menyampaikan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui lagu ini, Maulana berharap "PEPATAH (Perantau Pantang Menyerah)" dapat menjadi teman bagi para pendengar, terutama mereka yang sedang merantau, untuk tetap semangat mengejar mimpi, bekerja keras, serta tidak melupakan nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah. perjuangan hidup.
"Semoga lagu ini bisa membangkitkan semangat Teman Lama untuk terus berjuang meraih mimpi, tapi tetap ingat untuk tidak meninggalkan perintah Tuhan dalam setiap langkah," tutup Maulana.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=s0V1rPl2u5E
#MaulanaArdiansyah
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Tuesday March 17th, 2026
Setelah merilis versi audio dari single terbaru bertajuk “Demi Mereka” melalui label independen Side Rise Records, Radio Story kembali memperkuat pesan lagu tersebut dengan merilis musik video yang dikemas menyerupai film pendek.
Musik video ini berfokus pada karakter Brandy, yang diperankan oleh Fungki Irawan (drum). Dalam cerita tersebut, Brandy digambarkan sebagai anak pertama yang harus memikul tanggung jawab finansial keluarga, sekaligus seorang laki-laki yang berjuang memberikan kepastian dalam hubungannya dengan sang pasangan. Di tengah tekanan hidup karena belum memiliki pekerjaan tetap, ia tetap berusaha untuk menghidupi mimpinya sebagai musisi.
Visual dalam video ini menampilkan potongan realitas yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Mulai dari proses melamar pekerjaan, kemeja putih dan celana bahan sebagai “seragam” pencari kerja, hingga amplop lamaran yang berulang kali ditolak oleh HRD, semuanya menjadi simbol perjalanan emosional dalam usaha mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki keadaan hidup.
Menariknya, seluruh personel Radio Story turut tampil sebagai pemeran dalam video tersebut. Dalam salah satu adegan percakapan di tengah lagu, Gunansa (vokal & bass) mencoba memberikan nasihat kepada Brandy, sementara Fiul (gitar) dan Rizki (gitar) menghadirkan keresahan sosial yang dibalut candaan khas tongkrongan anak band yang sedang memperjuangkan eksistensinya di skena independen.
Nuansa emosional lain juga hadir melalui percakapan pesan suara antara Brandy dan ibunya yang bekerja sebagai kurir paket. Pada bagian akhir video, penonton disuguhkan adegan sederhana namun hangat ketika pasangan Brandy, yang diperankan oleh Lavenia Maureen, memberikan apresiasi atas usaha yang ia lakukan untuk memperbaiki hidupnya.
Cerita dalam musik video ini ditulis oleh Fungki Irawan dengan mengangkat tema “generasi sandwich”, sebuah fenomena yang banyak dialami oleh dewasa muda saat ini. Ide tersebut lahir dari hasil observasi terhadap lingkungan sekitar serta pengalaman personal.
Untuk produksi visual, Radio Story menggandeng videografer asal Sidoarjo, Wildan Satrio, yang bertindak sebagai sutradara sekaligus editor.
“Demi Mereka” menjadi rilisan terbaru Radio Story untuk membuka perjalanan mereka di tahun 2026 dengan formasi terbaru yang terdiri dari Gunansa (vokal), Fiul (gitar), Rizki (gitar), dan Brandy / Fungki Irawan (drum).
Secara musikal, lagu ini masih dipengaruhi oleh band-band punk rock seperti No Use For A Name dan The Ataris, namun Radio Story juga menyisipkan pendekatan aransemen yang terinspirasi dari The Story So Far, serta notasi vokal yang terdengar sedikit melanlkolis ala band-band alternative rock era 2000an awal. Lirik lagu ditulis oleh Brandy, sementara proses aransemen melibatkan seluruh personel band. Proses rekaman sendiri dilakukan pada pertengahan 2025 bersama Haryo Fitranto sebagai engineer.
“Melalui musik video “Demi Mereka”, kami berharap cerita yang mereka angkat dapat mewakili keresahan banyak orang, sekaligus menjadi jembatan untuk menjangkau pendengar baru secara lebih luas,” ujar drumer sekaligus penulis lagu, Brandy.
oridistro.com
music.youtube.com/watch?v=r4oswQJBGH4
#RadioStory
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Radio Story – Demi Mereka (Official Music Video)
music.youtube.com
Tidak semua orang punya kemewahan untuk mengejar mimpi dengan tenang. Ada yang harus memikirkan keluarga. Ada yang harus segera memberi kepastian untuk oran…Tuesday March 17th, 2026
Penyanyi dan penulis lagu Sal Priadi resmi merilis video musik untuk lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” pada 11 Maret 2026. Tak kurang dari 72 jam penayangan di YouTube, Musik Video Ada Titik-Titik di Ujung Doa langsung mencatatkan animo positif dengan menduduki posisi #1 Musik Trending YouTube Indonesia dan sudah ditonton lebih dari 1 juta kali.
Lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” merupakan bagian dari album penuh kedua Sal Priadi, Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF) yang dirilis pada 2024. Sal menyebut perilisan video musik ini adalah rangkaian pelengkap perjalanan album tersebut. “Saya harap karya ini dapat menjadi titik pengharapan terbaik untuk bertolak ke titik-titik perjalanan selanjutnya,” katanya.
Video Musik Ada Titik-Titik di Ujung Doa sendiri ditulis dan diarahkan oleh Bernardus Raka, sutradara yang berpengalaman memvisualisasikan banyak lagu ke dalam gambar bergerak. Video berdurasi 8 menit 9 detik ini berpusat pada kisah seorang bapak (Seteng Sadja), yang bekerja sebagai pengemudi truk, dengan segala pergulatan batinnya yang tak terucap.
Pendekatan naratif yang dibangun Bernardus Raka tidak dimaksudkan untuk membatasi makna “Ada Titik-Titik di Ujung Doa”, sekalipun ia sendiri mengaku punya keterkaitan emosi dan rasam yang hampir serupa dengan inti lagu ini. Sebaliknya, video musik ini mencoba untuk membuka ruang interpretasi melalui sajian audio-visual yang lebih reflektif.
oridistro.com
www.shazam.com/song/1737267776/ada-titik-titik-di-ujung-doa
#SalPriadi
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
Ada titik-titik di ujung doa – Sal Priadi: Song Lyrics, Music Videos & Concerts
www.shazam.com
Listen to Ada titik-titik di ujung doa by Sal Priadi. See lyrics and music videos, find Sal Priadi tour dates, buy concert tickets, and more!Tuesday March 17th, 2026
Podcast Somestory dengan bangga mengumumkan kesuksesan gelaran SOMELIVE Ngabuburit 2026, sebuah acara spesial Ramadan yang memadukan live music session, live podcast inspiratif, networking komunitas kreatif, serta momen berbuka puasa bersama yang hangat dan autentik. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Hotel Giia Maluku Jakarta ini berhasil menciptakan vibe positif dan intim.
SOMELIVE Ngabuburit 2026 menghadirkan line-up luar biasa:
– Live Music Session dengan penampilan energik dari musisi muda berbakat: Ashira Zamita, Iqbal Aria, TADI, Mako, Baila, Zhafari, dan DBAT LAYAR. Penampilan mereka membawa nuansa pop, indie, hingga kekinian yang membakar semangat peserta sepanjang sore hingga malam.
– Live Podcast Session penuh cerita mendalam bersama narasumber inspiratif: dr. Rayhan Maditra, Sp.KJ; Usanti S A Permana; Novi Akbar Yusyanto; TADI; Nabila Zalfa; Indra A. Oktariawan; serta Dr. Sugata Salim. Obrolan hangat seputar perjalanan karier, karya, kesehatan mental, dan motivasi kreatif berhasil menyentuh hati audiens.
Acara berlangsung dari pukul 13.00 hingga 21.00 WIB, termasuk momen berbuka puasa bersama dengan F&B yang sudah termasuk dalam tiket. Peserta juga menikmati kesempatan networking, area bazar kreatif yang menampilkan karya lokal, serta pengalaman live yang tak terulang.
"Acara ini bener-bener beda, ngabuburitnya nggak cuma nunggu azan tapi penuh inspirasi. Live music-nya intimate banget, podcast-nya relatable, dan bisa ketemu langsung sama kreator muda. Seru abis, semoga ada lagi!" ujar salah satu peserta yang hadir.
Testimoni positif juga datang dari para penampil dan narasumber, yang merasakan koneksi autentik dengan audiens serta vibe Ramadan yang hangat. Venue Hotel Giia Maluku Jakarta turut mendukung konsep acara dengan fasilitas nyaman di ballroom Lt. 8, membuat suasana terasa seperti nongkrong bareng teman-teman sambil berbagi cerita dan musik.
SOMELIVE dirancang sebagai platform untuk mendekatkan komunitas kreatif muda Indonesia dengan para seniman dan inspirator, menawarkan pengalaman yang melampaui hiburan biasa: interaksi langsung, inspirasi dari kisah nyata, dan momen berbagi di bulan suci. Dengan tema #SomeLive #Ngabuburit2026 #LiveMusic #LivePodcast #CreativeCommunity #RamadanVibes #EventJakarta, acara ini berhasil membangun energi positif yang diharapkan terus berlanjut di edisi-edisi mendatang.
Bagi yang ketinggalan, pantau recap keseruan di media sosial Podcast Somestory, atau dengarkan playlist terkait di Spotify dan YouTube untuk merasakan kembali vibe-nya.
Tentang Podcast Somestory
Podcast Somestory adalah podcast yang menyajikan kisah-kisah inspiratif dan beragam perspektif tentang pengalaman hidup untuk semua pendengar, dengan topik yang disesuaikan tema musiman setiap bulannya. Diluncurkan pada tahun 2020, podcast ini telah menghadirkan lebih dari 263 episode di Spotify dan 123 episode di YouTube. Selain podcast, Somestory rutin menyelenggarakan acara besar tahunan seperti Somefest, Somelive, Some50thyouth, Sometalk, dan Somemarket.
oridistro.com
www.instagram.com/p/DV8JSh8jxXU/
#PodcastSomestory
#Oridistro
#OridistroMedia
#YourCriminalPartners … See MoreSee Less
WUSS, hadirkan single berjudul “Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March” menggandeng Yogha Prasiddhamukti, vokalis asal Yogyakarta yang akrab disapa Siddha.
http://tiny.cc/61×0101
#WUSS
#Oridistro
“i’m a strong believer” menandai rilisan perdana SILAUGANG sebagai kolektif musik yang menaungi Chūsha, HildanLogic, YEZTER, Ardy Minaj, dan archo.
http://tiny.cc/31×0101
#SILAUGANG
#Oridistro
Band alternative rock bersertifikat 5x Platinum, The Red Jumpsuit Apparatus, kembali merilis versi deluxe dari album terbaru mereka, “X’s For Eyes”, melalui Better Noise Music.
http://tiny.cc/01×0101
#TheRedJumpsuitApparatus
#Oridistro
Lewat single “SICK”, “DUA” menuliskan tentang rasa yang sulit dijelaskan — tentang lelah yang tidak datang dari tubuh, melainkan dari pergulatan yang terus berulang di dalam diri.
http://tiny.cc/x0x0101
#DUA
#Oridistro
The Waving’s gunakan musik sebagai ruang konflik. Maxi single “Ley Sin Voz” tak dibangun untuk menyenangkan, melainkan untuk hadirkan rasa waspada—tentang sistem, kuasa & kegelisahan yang tumbuh diam-diam.
http://tiny.cc/w0x0101
#TheWavings
#Oridistro
Nadhif Basalamah rilis versi orkestra dari dua lagu yang memiliki tempat spesial di hatinya, “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu”, dengan menggandeng komposer ternama Andi Rianto.
http://tiny.cc/u0x0101
#NadhifBasalamah
#Oridistro
Unbreaker – “Raja Semalam” menghadirkan narasi emosional yang intim—tentang momen cinta yang singkat, namun penuh kerinduan, gairah, dan konflik batin.
http://tiny.cc/s0x0101
#Unbreaker
#Oridistro
Somniumsaic meluncurkan “Aksa Daksa”, bersamaan dengan rilisnya single terbaru ini, Somniumsaic juga meluncurkan merchandise untuk single “Aksa Daksa”.
http://tiny.cc/udt0101
#Somniumsaic
#Oridistro
Lakuna memulai langkah yang lebih serius di dunia musik melalui perilisan maxi single “Mudra”. Sebelumnya, Lakuna memperkenalkan diri melalui single “Buai Raga”.
http://tiny.cc/6lo0101
#Lakuna
#Oridistro
Ayo coba PaperPay Out di http://Paper.id & dapatkan Free Paper Plus 3 Bulan (senilai Rp300rb)!
Gunakan kode referral ini saat mendaftar: 6KFS7T9VF2
Segera daftar sekarang: http://get.paper.id/Pxn8r56
#Paper
#PaperID
#Sembrani
#SembraniProduction
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Wijaya 80 dan Sal Priadi merilis nomor kolaborasi berjudul “Bulan Bintang, Garis Menyilang”.
http://tiny.cc/rsl0101
#Wijaya80
#SalPriadi
#Oridistro
PIKOTARO kembali – dan kali ini, ia langsung mengincar kamar mandi Anda. Penyanyi PPAP (Pen-Pineapple-Apple-Pen) ini baru saja merilis single baru yang sangat tak terduga, “Pee Poop Party People feat. Beverly”.
http://tiny.cc/gvj0101
#Avex
#Oridistro
Enam suara, satu keyakinan: BE:FIRST, ALL DAY. Grup vokal dan tari beranggotakan enam orang, BE:FIRST, telah merilis video musik untuk single terbaru mereka, “BE:FIRST ALL DAY”.
http://tiny.cc/dyh0101
#Avex
#Oridistro
Maulana Ardiansyah hadirkan karya terbaru “PEPATAH (Perantau Pantang Menyerah)”, lagu yang mengangkat kisah perjuangan hidup seorang perantau yang terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.
http://tiny.cc/8yh0101
#MaulanaArdiansyah
#Oridistro
Setelah rilis audio single “Demi Mereka” melalui label independen Side Rise Records, Radio Story kembali memperkuat pesan lagu tersebut dengan merilis musik video yang dikemas menyerupai film pendek.
http://tiny.cc/51g0101
#RadioStory
#Oridistro
Sal Priadi rilis video musik lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” di 11 Maret 2026 yang merupakan bagian dari album penuh kedua Sal Priadi, Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF) yang dirilis pada 2024.
http://tiny.cc/y0g0101
#SalPriadi
#Oridistro
Podcast Somestory mengumumkan kesuksesan gelaran SOMELIVE Ngabuburit 2026, sebuah acara spesial Ramadan yang memadukan live music session, live podcast inspiratif, networking komunitas kreatif.
http://tiny.cc/j0g0101
#PodcastSomestory
#Oridistro
Putri Ariani kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Cinta dan Doa,”sebuah lagu religi yang lahir dari perenungan tentang cinta paling murni yang sering kali luput kita sadari.
http://tiny.cc/d0g0101
#PutriAriani
#Oridistro
Menyambut Idul Fitri, penyanyi & penulis lagu asal Malaysia, Mal Hamka, hadirkan kolaborasi spesial bersama bintang muda Indonesia, Sandrina, melalui single Lebaran terbaru berjudul “Sayang Raya.”
http://tiny.cc/50g0101
#MalHamka
#Sandrina
#Oridistro
Putri Sashi (Musica Studios) kolaborasi dengan Janita Gabriela (Sony Music) hadirkan interpretasi baru dari lagu “Merindukanmu” lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh band D’MASIV.
http://tiny.cc/10g0101
#PutriSashi
#JanitaGabriela
#Oridistro
Film sci-fi keluarga Pelangi di Mars resmi rilis Music Video (MV) untuk original soundtrack utamanya yang berjudul “Come Back to Me”. Dibawakan oleh penyanyi dengan vokal kuat, Dimas Senopati.
http://tiny.cc/pzf0101
#DimasSenopati
#Oridistro

