Postingan

Last Part, Cerpen Timer Waktu

Gambar
  Hari demi hari berlalu, hingga tibalah saat Liona untuk pergi ke luar negeri. Di bandara, Liona berterima kasih pada Joanna karena telah membantunya selama ini. Joanna memberikan sejumlah uang, Liona menolak namun wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri itu tetap memaksanya. Setelah itu, Liona berpamitan pada Joy, mereka sempat berpelukan. Joy meminta Liona untuk sering-sering menghubunginya.  Di Belanda, di sanalah Liona menempuh pendidikannya, mendapatkan beasiswa. Beradaptasi di negeri orang, sendirian. Mencari tempat tinggal, hingga mendapatkan teman. Selama 3 tahun Liona habiskan di negara tersebut. Ia akhirnya memutuskan kembali di waktu liburnya. Di sela-sela itu, Liona berencana untuk memberikan Joy hadiah, di hari ulang tahun yang terlewat pada tahun-tahun sebelumnya. Selama waktu itu, Liona sering menghabiskan waktu bersama Joy. Membujuknya untuk berlatih bela diri. Liona ingin Joy bisa menjaga dirinya sendiri. Kini gadis berambut hitam kuncir kuda meran...

Part 4 Cerpen Timer Waktu

Gambar
  Tiap langkah yang terasa berat, kilasan itu muncul. Mengenang apa yang telah terjadi sebelumnya. Awan gelap berarak di langit biru, menyembunyikan cahaya yang ditunggu. Matanya sayu, tak ada lagi yang menunggu. Tak ada lagi yang menemani di sela-sela waktu. Tak ada lagi rumah untuk pulang. Langkah itu membawanya keluar dari gerbang pemakaman. Semua terasa kosong.  Suara teriakan memanggil namanya, membuat langkah itu perlahan berhenti. Kepalanya menoleh sedikit, matanya berusaha melirik seseorang yang memanggilnya dari belakang. Terdengar suara langkah cepat yang mendekat. Ia perlahan berbalik. Seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar menghampirinya, memeluknya erat. Liona terdiam, ia menundukkan kepalanya. Tangannya mulai terangkat mengusap pelan puncak kepala anak itu.  “Joy …”  “Kakak pulang sama aku ya,” pintanya sembari melepas pelukan.  Liona menggeleng pelan, “Nanti gimana sama keluarga kamu?”  Terdengar sahutan Joanna yang berj...

Part 3 Cerpen Timer Waktu

Gambar
 PART 3 Cerpen Timer Waktu  Beberapa waktu berlalu hingga Nona lulus dari jenjang pendidikan SMP. Di dalam mobil, Nona menyandarkan kepalanya. Matanya menatap pohon-pohon tinggi, membuat suasana lebih tenang. Jalanan menjadi tak sepanas sebelumnya. Nona sengaja membuka sedikit kaca jendela mobil, membiarkan udara itu masuk.  Perjalanan itu membawanya ke sebuah rumah yang ada di tepi jalan. Rumah yang tampak begitu besar bagi Nona. “Itu, rumah kita Pa …”  Laki-laki itu tersenyum dan menoleh ke samping kirinya. “Iya Liona. Itu rumah kita.”  Gadis yang kini dipanggil Liona tersenyum tipis. “Aku berharap bisa ketemu lagi sama Joy,” katanya dalam hati, senyuman gadis itu terlihat manis.  Liona berjalan mengelilingi rumah besar yang didominasi oleh warna cream itu. Interior rumah yang tampak mewah dan klasik. Ia melihat pigura yang terpajang di tiap sisi kosong dinding. Ia berdiri di depan pigura yang paling besar, menampakkan sepasang suami istri dengan seorang ...

Part 2 Cerpen Timer Waktu, Sang Pemberi Makna

Gambar
Seorang gadis duduk termenung di dalam kamarnya, ia menatap lurus ke depan. Ke arah bunga-bunga yang memanjakan matanya. Suara langkah kaki membuatnya segera menoleh ke belakang. Teman dekat Nona, yang semula tampak sumringah kini raut wajahnya berubah saat bertatapan langsung dengan Nona.  “Kenapa Dis?” tanya Nona lirih.  Adis melepas pelukan seraya menggeleng pelan. Ia berbalik membuka lemarinya, meraih tas ransel dan meletakkannya di atas kasur.   “Kamu mau kemana Dis?” Adis menoleh sembari tersenyum tipis ke arah Nona. “Nanti kamu juga tau Na.” Adis menggendong tas ranselnya, melangkah pelan keluar kamar. Nona mengikuti langkah Adis hingga ke depan pintu rumah. Di sana terlihat Ibu panti yang sedang mengobrol dengan tamu-tamunya tadi.  Mendengar ada yang mendekat, wanita berambut pendek itu menoleh serata tersenyum. “Sini sayang.”  “Baik-baik di rumah yang baru ya …” ujar ibu panti sambil mengelus pelan kepala gadis dengan rambut panjang yang dibiarkan ...

Cerpen Timer Waktu, Sang Pemberi Makna

Gambar
Timer Waktu, Sang Pemberi Makna Karya Nala Aether  Angin berhembus pelan, menjatuhkan menjatuhkan daun kekuningan yang telah lama bertengger di cabang-cabang pohon. Suara tawa anak laki-laki dengan pipi chubby terdengar, tangan mungilnya memainkan salah satu tangkai bunga. Memetik kelopak bunganya. Anak itu berlarian kesana kemari, melewati seorang gadis duduk sendirian di salah satu bangku.  Manik matanya terpaku pada anak itu saat ditangkap, dan digendong oleh Ayahnya. Sedangkan di sisi lain ada sosok wanita yang tersenyum manis sembari mengacak-acak rambut si anak. Gadis kecil itu hanya tersenyum tipis melihat interaksi itu. Namun, ada hal lain yang tersirat dari sorot matanya.  “Nona …” suara lembut terdengar. Seseorang terasa menepuk bahu gadis itu. Hingga mengalihkan perhatiannya.  Seorang wanita berhijab berdiri dengan senyuman yang terukir di wajahnya. Tangannya mengusap lembut kepala gadis itu. “Kita pulang ya …”  Gadis itu mengangguk pelan. “Iya, Bu …”...