Welcome to The Age of BRAIN CAPITAL !
Di zaman yang serba kompetitif dan dinamis ini, semua organisasi dan perusahaan selalu berlomba-lomba mencari cara-cara yang kreatif untuk mempertahankan eksistensi bisnisnya, menjamin pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan, dan sekaligus menjadi pemenang dalam persaingan bisnisnya. Satu-satunya investasi yang selalu berhasil dan bertumbuh adalah investasi pada peningkatan SDM atau sumber daya manusia. Investasi itu akan selalu berkembang, tumbuh, dan tidak pernah merugi.
Namun kenyataannya, sering terjadi pembinaan & investasi SDM perusahaan/organisasi tidak berhasil seperti yang diharapkan walaupun dana besar sudah digelontorkan untuk keperluan itu, berupa biaya seminar, workshop, pelatihan, dsb bagi segenap insan perusahaan/organisasi yang ada. Para HR, HC, atau Learning Division, selalu berhadapan pada sebuah pertanyaan klasik mengapa seminar/training yang diberikan tidak dapat membantu secara signifikan bagi staf & eksekutif perusahaan/organisasi untuk menyelesaikan permasalahan bisnis sehari-harinya. Ada missing link yang terjadi sehingga investasi SDM tidak mencapai tujuannya…..apakah itu ?
SDM tidak pernah dibekali kemampuan dan keterampilan Cara Berpikir atau How to Think. Bagaimana cara memahami, cara berkonsentrasi, cara menganalisis, cara berpikir kritis, cara membandingkan, dll. hampir tidak pernah kita belajar atau diajarkan saat di bangku sekolah, kuliah, atau pendidikan lanjut di mana pun. Sedangkan, semua pembekalan yang diterima dari seminar, workshop, pelatihan, dll. tidak mungkin langsung menjadi jawaban praktis bagi solusi permasalahan-permasalahan pekerjaan mereka sehari-hari. Semua pembekalan tersebut harus diendapkan, dianalogikan, diolah-pikir kembali lebih lanjut agar menghasilkan solusi-solusi riil atas permasalahan-permasalahan riil yang sedang dihadapinya. Keterampilan Cara Berpikir (How-to-Think) adalah elemen yang hampir tidak dikenali keberadaannya, sehingga paling jarang dikembangkan dibandingkan dua elemen lainnya, yaitu materi belajar/berpikir/hard skill (What-to-Think) dan area motivasi (Why-to-Think). Berpikir…..adalah sesuatu yang abstrak !
Di sisi lain, setiap SDM adalah unik…….one in infinity, one for eternity. Keunikan setiap SDM ini akan membawanya pada keunikan cara belajar, cara berinteraksi & berkomunikasi, cara mengambil keputusan, like & dislike nya, dll. yang sayangnya tidak semua sudah dikenalinya masing-masing. Keunikan tuntutan deskripsi tugas perusahaan/organisasi Anda yang berbeda dengan perusahaan/organisasi lain bahkan untuk jabatan yang sama pun, ditambah dengan keunikan setiap SDM di atas, maka tidak cukup lagi prinsip The Right Man on the Right Place….., namun harus berubah menjadi The Right Man on the Right Place with the Right Brain agar menjadi lebih komprehensif.
Dengan demikian, Human Capital, yaitu pemahaman manusia adalah aset terbesar dari sebuah organisasi/perusahaan, harus kita redefinisikan kembali. Penerapan keterampilan Cara Berpikir (How-to-Think) dan optimasi keunikan setiap SDM adalah missing link tersebut……yang sanggup mentransformasi Human Capital menjadi BRAIN CAPITAL…..aset tersebut sebuah perusahaan/organisasi adalah manusia yang mampu menggunakan seluruh potensi otaknya dalam belajar, berpikir, dan berkreasi.
The Brainic Institute akan membantu proses transformasi Human Capital menjadi Brain Capital pada organisasi/perusahaan Anda, mengakselerasinya, dan menjadikan sebuah budaya learning organization baru.
Jelajahi situs ini dan bukalah “harta karun” yang paling berharga dan sudah dimiliki SDM Anda sepanjang hidupnya, yaitu kekuatan potensi Otaknya. Hubungi kami untuk sisa kelanjutannya.
Make the Most of Your Brain !