Kamis, 24 Oktober 2024

Menikmati Luka Setelah Kegagalan

Tangerang, Sehari Setelah 23 Oktober 2024

Sudah menaruh ekspetasi rendah, karena tahu akan gagal. Namun saat semua itu terjadi, nyatanya hatiku tetap terluka. Lalu muncul perandaian-perandaian di kepala. Aku sedang berusaha mati-matian agar segala perandaian itu tidak muncul ke permukaan. Aku mungkin gagal. Namun aku tidak mau kufur.

Berulang kali, kukatakan pada diriku sendiri. "Kalau gagal, memang bukan waktunya. Kalau gagal, berarti ada hal yang jauh lebih baik." Berulang kali kukatakan pada diriku sendiri, "Jangan jadi kufur. Allah Maha Baik. Allah Maha Baik."Tapi sebagai manusia, Ya Rabb. Bolehkah sehari ini saja aku bersedih? Aku ingin berkeluh-kesah. Sehari ini saja kunikmati segala sedih dan luka dari kegagalan ini. Sehari ini saja, Ya Rabb.
Jalanku masih panjang. Masih banyak kesempatan. Mari coba lagi, nanti.

Kuketik lagi blogku yang telah lama kudiamkan semenjak tiga tahun yang lalu.
Lihat? Allah begitu baik, bukan? Kalau bukan karena kamu gagal kemarin. Barangkali tulisan ini tidak ada. Barangkali blogmu akan semakin lapuk dan terlupakan karena sudah lama tidak dikunjungi.
Selalu ada hal-hal baik. Pasti. Kita sudah berusaha dan berdoa. Selepasnya? Tawakkal. Allah meminta kita untuk lebih banyak berdoa lagi. Allah punya waktu-Nya yang terbaik untuk kita.

Maka semoga dengan selesainya tulisanku di laman ini. Selesai pula sedih dan gundahku sekarang :) (Mhu)


Aku tidak tahu apa korelasinya, antara judul dengan foto ini.
Alasannya hanya karena aku suka foto ini :)

Sabtu, 27 November 2021

Yang Tersembunyi dari Kata "Malas"

Ketika ada yang mengajaknya pergi ke satu tempat.

Yang dia katakan, “Nggak dulu deh, ya, maaf. Aku lagi malas.” 

Yang tidak dia katakan, 

“Aku lagi capek banget.”

“Aku harus bantuin orang tua.”

“Kalau pergi nanti uang tabunganku kepakai.”


Ketika ada yang mengajaknya pergi ke suatu acara.

Yang dia katakan, “Aku nggak mau ke acara itu, ah. Malas!”

Yang tidak dia katakan,

“Aku nggak mau ketemu si A disana.”

“Aku kurang nyaman dengan acaranya.”

“Aku masih ingat kejadian nggak enak di acara itu tempo lalu.”


Ketika ada yang mengajaknya melakukan sesuatu.

Yang dia katakan, “Nggak ah, malas!”

Yang tidak dia katakan,

“Aku takut kalau aku lakuin malah bakal mengecewakan.”

“Ada hal lain yang ingin aku lakukan.”

“Aku ragu. Boleh nggak kamu terus meyakinkanku?”


Beberapa orang terkadang lebih memilih mengeluarkan kata “malas”,

dibanding harus mengatakan apa yang sebenarnya dirasa.

Karena nyatanya memang ada beberapa ucapan yang tidak sanggup dikeluarkan dengan mudah dan leluasa, bukan?


Tangerang, 15 Oktober 2021


Menikmati Luka Setelah Kegagalan

Tangerang, Sehari Setelah 23 Oktober 2024 Sudah menaruh ekspetasi rendah, karena tahu akan gagal. Namun saat semua itu terjadi, nyatanya hat...