Postingan

Paradox Kebijakan Moneter dan Fiskal terhadap Stabilitas Pertumbuhan Indonesia

  Perjalanan ekonomi Indonesia menuju tahun 2026 ditandai oleh Kesenjangan Struktural. Meskipun Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan telah menerapkan langkah-langkah stabilisasi yang konvensional, transisi menuju jalur pertumbuhan tinggi (di atas 5%) tetap sulit tercapai. Latar belakang ini ditandai oleh “Perangkap Normalitas.” Pemulihan pasca-pandemi telah mencapai plateau, dan lanskap global yang ditandai oleh suku bunga tinggi di pasar berkembang dan fragmentasi geopolitik telah memaksa Indonesia untuk mengambil sikap defensif. Saluran stimulus ke pertumbuhan tradisional mengalami kebocoran, di mana injeksi kebijakan diserap oleh pembayaran utang dan mitigasi risiko daripada ekspansi produktif. Menurut Bank Indonesia, Indonesia telah berhasil membangun benteng makroekonomi yang kokoh. Inflasi yang terkendali, rasio utang terhadap PDB yang terjaga, dan kebijakan fiskal yang konservatif adalah bukti kematangan teknokratis. Namun, stabilitas ini ibarat fondasi bangunan ya...

Pemikir Ekonom Di Era Modren

Akhir- akhir ini saya menyadari bahwa banyak tokoh-tokoh besar ekonom yang yang menganut teori   Pasca-Keynesian, dan ada beberapa Marxis dan ekonom pembangunan. Saya tidak menganggap diri saya seorang sosialis dan saya tetap berpikiran terbuka tentang kapitalisme yang mungkin menggabungkan efisiensi ekonomi, keadilan sosial dan kebebasan individu dalam suatu negara. Saya berpendapat bahwa ekonom Paul Ormerod dan Michael Pettis cukup fleksibel secara politik. S aya mengambil inspirasi dari beberapa pemikir ekonomi, tetapi aliran/pemikiran ekonomi yang paling memengaruhi pandangan saya tentang ekonomi adalah: Post-Keynesian economics Marxist economics Development economics Evolutionary economics Ecological economics Klik nama-nama berikut untuk membaca lebih lanjut tentang ekonom internasional: Ha-Joon Chang Ben Fine Wynne Godley Geoff Harcourt Nicholas Kaldor Michal Kalecki Steve Keen John Maynard Keynes Mushtaq Khan Richard Koo Karl Marx Hyman Minsky Paul Ormerod Michael Pettis ...