Paradox Kebijakan Moneter dan Fiskal terhadap Stabilitas Pertumbuhan Indonesia
Perjalanan ekonomi Indonesia menuju tahun 2026 ditandai oleh Kesenjangan Struktural. Meskipun Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan telah menerapkan langkah-langkah stabilisasi yang konvensional, transisi menuju jalur pertumbuhan tinggi (di atas 5%) tetap sulit tercapai. Latar belakang ini ditandai oleh “Perangkap Normalitas.” Pemulihan pasca-pandemi telah mencapai plateau, dan lanskap global yang ditandai oleh suku bunga tinggi di pasar berkembang dan fragmentasi geopolitik telah memaksa Indonesia untuk mengambil sikap defensif. Saluran stimulus ke pertumbuhan tradisional mengalami kebocoran, di mana injeksi kebijakan diserap oleh pembayaran utang dan mitigasi risiko daripada ekspansi produktif. Menurut Bank Indonesia, Indonesia telah berhasil membangun benteng makroekonomi yang kokoh. Inflasi yang terkendali, rasio utang terhadap PDB yang terjaga, dan kebijakan fiskal yang konservatif adalah bukti kematangan teknokratis. Namun, stabilitas ini ibarat fondasi bangunan ya...