Postingan

Decluttering

Decluttering adalah metode untuk menyingkirkan atau membuang barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang yang memang dibutuhkan atau sering digunakan. “Remove unnecessary items from an untidy or overcrowded place”. Bahasa sederhananya: berbenah. Tapi bukan sekadar membereskan barang hingga rapi saja, decluttering lebih ke arah membuang/mengeluarkan barang dari rumah. 3 TIPS MEMULAI DECLUTTERING Decluttering adalah sebuah aksi, sedangkan minimalism adalah Gaya Hidup. Decluttering merupakan perjalanan pertama kebanyakan orang memulai menerapkan gaya Hidup minimalis. Sudah kepikiran buat melakukan decluttering tapi bingung mau mulai darimana? Simak 3 tips memulai decluttering dibawah ini. 1. The 3 or 4 Box Method Sediakan Box untuk memilah barang-barangmu. Contohnya, gunakan box sebagai alat untuk mengkategorikan barang-barangmu sebagai berikut: 1) Simpan, 2) Donasikan dan 3) Jual. Hal ini akan lebih memudahkan kamu dalam memilah tumpukan barangmu. 2. Lakuka...

Menghikmahi: Rindu Hujan

Begitulah hujan. Kadang ketika ada, malahan dicela. Ketika tak kunjung tiba, justru dirindukan kehadirannya. Ah, begitulah kita. *** Biasanya, suatu nikmat akan terasa makin 'nikmat', tatkala ia 'terbatas' dan 'tertunda'. Renungkan saja! Seorang akan merasakan begitu nikmatnya makan, tatkala ia terbatas -tak punya makanan- ataupun tertunda -misalkan saat buka puasa-. Begitu pula dengan hujan yang sudah jarang datang. Mungkin saja, Allah ingin menyadarkan kita betapa rahmat dan nikmat Allah itu tak boleh dicela. Dan bisa jadi... kekeringan ini sebab dosa-dosa maksiat kita.. Mari perbanyak beristighfar, mohon ampun atas segala dosa dan cela. === Kita berharap; jika hujan lama tak datang, ia hanya tengah berkelana mengumpulkan uap air terbaik dari segenap penjuru laut, untuk kemudian menjumpai kita dengan rinai-rinai terbaiknya. Semoga. Kemudian, jika hujan telah datang. Biarkan ia menderas dan meninggalkan jejak kenangan dan genangan. Dan... dari genangan air yan...

Jalan Menjaga Istiqamah

بسم الله الرحمن الرحيم Agar tetap teguh di atas istiqamah maka seseorang harus melakukan hal-hal berikut ini, dinataranya adalah : ➡1). Taubat nasuha. ➡2). Senantiasa mentauhidkan Allâh dan menjauhkan syirik. ➡3). Selalu berusaha untuk selalu konsekuen dan konsisten dalam ketaatan kepada Allâh danRasul-Nya. ➡4). Muraqabatullâh, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allâh Ta’ala baik dalam keadaan rahasia maupun terang-terangan. ➡5). Muhasabah, yaitu menginstrospeksi segala amal perbuatan yang telah dikerjakan. ➡6). Mujâhadah, yaitu berjuang sungguh-sungguh menggembleng jiwa di atas ketaatan kepada Allâh Ta’ala. ➡7). Ikhlas dalam beramal dan mutaba’ah (mengikuti contoh Rasûlullâh). ➡8). Berpegang teguh kepada Sunnah dan menjauhi bid’ah. ➡9). Menjaga shalat lima waktu dengan berjama’ah di masjid. ➡10). Berani dalam melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. ➡11). Senantiasa menuntut ilmu syar’i. ➡12). Takut kepada Allâh Ta’ala dengan mengingat pedihnya siksa neraka. ➡13). Mencari teman yang shâli...

Mengapa Kita Harus Ikut ‘Edan’?

Mengapa Kita Harus Ikut ‘Edan’? Segala puji bagi Allah Rabb Jibril, Mika’il, dan Israfil. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi terakhir dan panutan terbaik untuk segenap insan.  Amma ba’du . Allah  ta’ala  berfirman (yang artinya),  “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”  (QS. adz-Dzariyat: 56). Allah  ta’ala  juga berfirman (yang artinya),  “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak: sembahlah Allah dan jauhilah thaghut/sesembahan selain Allah.” (QS. an-Nahl: 36). Allah  ta’ala  berfirman (yang artinya),  “Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati untuk menetapi kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.”  (QS. al-’Ashr: 1-3) Ibnu Umar  radhiyallahu’anhuma  mengatakan: Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa...

JALAN KEPAYAHAN

Gambar
Panggilannya Pak Soma. Usianya sekitar 60-an. Saya pertama kali mengenalnya sejak pindah rumah ke kampungnya, persis dekat rumahnya. Saat itu kami berdua sama-sama menunaikan shalat maghrib berjamaah. Dari guratan wajahnya, ia tampak seorang yang tegar. Awalnya, saya melihat Pak Soma biasa-biasa saja. Memang, ada satu hal yang membuat siapapun trenyuh. Ya, ini karena secara fisik Pak Soma bukanlah manusia sempurna. Ia seorang yang cacat. Salah satu kakinya buntung dan hanya tinggal seperempatnya. Karena itu, kemana-mana ia bergantung pada kedua tongkatnya. Sebetulnya ada banyak orang yang senasib dengan Pak Soma. Namun, mungkin tidak banyak orang cacat yang taat beribadah, termasuk tak pernah ketinggalan shalat lima waktu secara berjamaah di masjid, seperti Pak Soma. Padahal jarak rumahnya ke masjid cukup jauh, hampir setengah kilometer. Yang membuat ia semakin luar biasa, dengan melepas tongkatnya, ternyata ia shalat tetap sambil berdiri, tentu dengan satu kaki. Ia tidak ...

Ketika Merasa Sendiri

Aku bayangkan diriku tengah duduk di dalam sebuah ruangan. Sendirian. Tak ada yang menemani. Aku rasakan kesunyian begitu memekakan telinga. Bukan hanya kekosongan yang kurasa, setiap detik yang kudengar dari jam dinding seakan bernyawa. Dalam perjalanan hidup ini sering kita merasakan kesendirian dan kesunyian. Menyepi dalam ruang waktu. Kesendirian kadang menakutkan, tapi kadang menjadi bagian hidup yang kita inginkan. Di dunia nan fana ini pada hakikatnya kita tidak sendiri. Ada banyak orang yang di sekeliling kita. Ada ibu, ayah, kakak, adik. Ada teman, sahabat, dan banyak lagi orang-orang yang kita temui di komunitas-komunitas ataupun dalam perjumpaan sesaat. Akan tetapi, seringkali, keramaian yang ada di sekeliling kita malah makin menegaskan bahwa kita tetap sendiri. Riuh rendah suara tak mampu memengaruhi mengawangnya mimpi-mimpi dan harapan kita. Ramainya jalanan kota yang kita lewati, tak membuat pikiran kita menyadarinya. Yah, kita tetap sendiri. Ini bukan soal sta...

Menata Ulang Perasaan di Hati

"Seseorang sering kali terasa begitu berarti/berharga ketika dia sudah pergi atau tidak bersama kita lagi" Kalimat itu sudah sering kita dengar dan kita tentu sepakat dengan makna kalimat yang terkandung di dalamnya. Pertanyaannya adalah mengapa kita seringkali terlambat memaknai makna perasaan itu ?. Perasaan mengakui arti orang lain dalam kehidupan kita justru ketika dia akan pergi atau bahkan sudah tidak bersama kita lagi. Tentu akan sangat indah dan bermakna ketika kesadaran itu datang saat semuanya masih bersama, sehingga kita bisa menghargai, menghormati, mencintai, memperlakukan, memberi dengan sebaik-baiknya terhadap orang yang sebenarnya sangat berharga bagi hidup kita. Coba tanya ke orang yang orang tuanya sudah meninggal, biasanya dia akan mengatakan "nyesel kenapa dulu disaat ibu/bapak masih hidup saya tidak berbakti dan memenuhi keinginannya. Sekarang sih kalau inget ortu, ya paling cuman bisa sedih dan menangis saja. Dulu waktu ortu masi...